Serba Dinamik Internasional Ltd (SDI Ltd), perusahaan asal Inggris menandatangani MoU bersama PT Jatim Grha Utama (PT JGU) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jatim, Rabu, 28 Agustus 2019. (Medcom.id/Amal).
Serba Dinamik Internasional Ltd (SDI Ltd), perusahaan asal Inggris menandatangani MoU bersama PT Jatim Grha Utama (PT JGU) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jatim, Rabu, 28 Agustus 2019. (Medcom.id/Amal).

Perusahaan Inggris Investasi Rp500 Miliar di Jatim

Nasional pengolahan limbah
Amaluddin • 28 Agustus 2019 15:01
Surabaya: Serba Dinamik Internasional Ltd (SDI Ltd), perusahaan asal Inggris, berinvestasi Rp500 miliar di Jawa Timur. Investasi ratusan miliar itu untuk pembangunan pusat pengolahan limbah industri dan bahan beracun dan berbahaya (B3) di Mojokerto.
 
"Jadi, pembangunan pengelolaan Limbah B3 itu sepenuhnya akan dibiayai dari SDI. Investasi tahap pertama Rp500 miliar, nanti akan berkembang sampai Rp1 triliunan," kata Direktur Utama PT JGU, Mirza Muttaqien di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 28 Agustus 2019.
 
Mirza menjelaskan fasilitas pengolahan B3 di Mojokerto butuh lahan seluas 57 hektare. Pembebasan lahan milik Perhutani untuk kebutuhan pembangunan pengelolaan Limbah B3 itu sudah rampung. Dengan adanya investasi dari SDI Ltd itu, lanjut Mirza, Pemprov Jatim tidak lagi mengeluarkan biaya dari APBD untuk pembebasan lahan di Desa Cendoro, Dawarblandong, Mojokerto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami saat ini akan melakukan kajian lebih detail. Secara bisnis, finansial, teknis, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Izin Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," jelas Mirza.
 
Menurut Mirza nantinya fasilitas pengelolaan limbah B3 di Mojokerto akan lebih kompleks dari pengolahan limbah yang ada di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Setidaknya ada tiga jenis limbah yang akan diolah di Mojokerto.
 
"Pertama limbah medis, kedua nanti mungkin untuk oil and gas. Berikutnya nanti lebih pada pengolahan municipal waste, untuk sampah perkotaan," beber Mirza.
 
Dengan adanya pembangunana Limba B3 ini, diharapkan daya dukung untuk industri dan investasi semakin meningkat. Saat ini, pihak investor perusahaan asal Ingrris (SDI Ltd, red), masih akan melakukan kajian mendetail selama enam sampai sembilan bulan ke depan.
 
"Harapannya, di awal tahun depan sudah ada (fasilitas) yang bisa beroperasi terkait pengelolaan Limbah B3 ini," pungkas Mirza.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif