Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)

Polda Jatim Pastikan Tersangka Baru Sekolah Ambruk di Pasuruan

Nasional sekolah ambruk
Amaluddin • 09 Desember 2019 17:58
Surabaya: Polda Jawa Timur menemui kendala untuk menetapkan tersangka baru terkait kasus ambruknya SDN Gentong, Kota Pasuruan. Meski demikian, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, sesumbar memastikan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut.
 
"Tersangka baru pasti ada. Hasil labfor sudah ada (ada penyelewengan dana). Kita sekarang tinggal mengambil bukti formil dalam rangka mendalami siapa-siapa yang bertanggungjawab, untuk korupsi yang terjadi di SDN Gentong," kata Barung, dikonfirmasi, Senin, 9 Desember 2019.
 
Barung menegaskan, tim penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim hari menggeledah kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pasuruan. Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti formil, terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana renovasi SDN Gentong Pasuruan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barang bukti formil yang dimaksud adalah, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan PT yang melakukan pekerjaan di SDN Gentong. Seperti Rancangan Anggaran Bangunan (RAB), perjanjiannya, kontraknya, dan semua yang menyangkut renovasi gedung SDN Gentong. "Kami harap publik untuk bersabar. Kami akan menyampaikan update, apabila nanti sudah ditetapkan tersangka baru," katanya.
 
Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setiawan, mengatakan bahwa penetapan tersangka belum dilakukan karena pihaknya masih mengumpulkan barang bukti lainnya. Salah satunya dokumen yang menyangkut pengerjaan SDN Gentong.
 
"Kita masih kurang satu yaitu melakukan penyitaan dokumen resmi. Sehingga kita agak ekstra energi untuk mengumpulkan barang buktinya, misalnya dokumen kontrak dan sebagainya," kata Gidion.
 
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil ekspose dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terkait penghitungan kerugian negara serta identifikasi perbuatan melawan hukum. "Iya tinggal dokumen itu. Kemudian ekspose BPKB, perhitungan kerugian negara," ujarnya.
 
Hingga saat ini, lanjut Gidion, pihaknya sudah memeriksa sekitar 15 saksi. Salah satunya dari kalangan pejabat Pemkot Pasuruan. Namun, Girion enggan membeberkan. "Yang jelas proses penyelidikan kasus dugaan korupsi SDN Gentong terus berjalan," kata Gidion.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif