Ilustrasi mengaji. Foto: ANT/Saiful Bahri
Ilustrasi mengaji. Foto: ANT/Saiful Bahri

MUI Kota Tangerang Nilai Majelis Taklim Perlu Ada Pembinaan

Nasional Memagari Majelis Taklim
Hendrik Simorangkir • 04 Desember 2019 18:52
Tangerang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mendukung Kementerian Agama (Kemenag) mengenai aturan majelis taklim harus terdaftar. MUI menggangap hal tersebut untuk membina majelis taklim lebih ke arah yang tepat.
 
"Saat ini kan peraturan tersebut bertujuan untuk membina majelis taklim dengan manajemen yang baik, salah satunya adalah tercatat di Kemenag. Kami dukung terkait itu," ujar Ketua MUI Kota Tangerang Edi Junaedi Nawawi, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Edi menambahkan peraturan tersebut dinilai perlu untuk menertibkan majelis yang sering menjelekan kelompok lain. Baik itu kelompok masyarakat maupun negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat mendukung soal Permenag (Peraturan Menteri Agama) itu. Karena kita sedang membina manajemen majelis taklim karena sedang acak-acakan, mulai dari pengurusnya hingga sampai ada yang menjelekkan kelompok lain. Penertiban Itu semua kan untuk memudahkan semua," jelasnya.
 
Edi menjelaskan penertiban itu juga berguna untuk mendata bagi pihak pemerintah daerah untuk memberikan dana ke majelis taklim.
 
"Kita ambil contoh, saat Pemda mau memberikan sumbangan, ya kalau salah satu majelis taklim enggak tercatat, nanti marah. Makanya yang belum terdaftar harus mendaftar," katanya.
 
Sebelumnya, Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag Juraidi menjelaskan terdaftarnya majelis taklim akan memudahkan Kemenag melakukan pembinaan. Ada banyak pembinaan yang bisa dilakukan, seperti workshop, dialog tentang manajemen majelis taklim dan materi dakwah, penguatan organisasi, peningkatan kompetensi pengurus, serta pemberdayaan jemaah.
 
Aturan ini juga bisa menjadi panduan masyarakat saat akan membentuk majelis taklim. Misalnya, salah satu rukun majelis taklim ialah jemaah. Dalam regulasi ini diatur jumlahnya minimal 15 orang. Hal ini supaya majelis taklim yang dibentuk benar-benar memiliki jemaah.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif