Pembangunan jalan strategis bantuan Ditjen PDT, Kemendes PDTT tahun 2018 di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Istimewa
Pembangunan jalan strategis bantuan Ditjen PDT, Kemendes PDTT tahun 2018 di Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong. Istimewa

Kemendes PDT Bangun Jalan Strategis di Daerah Tertinggal

Nasional desa tertinggal
Medcom • 05 November 2019 14:55
Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal telah membangun sejumlah jalan di daerah tertinggal. Bantuan pembangunan jalan diberikan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas masyarakat di daerah tersebut.
 
Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana Ditjen PDT, Agus Kuncoro, mengatakan saat ini sebagian besar jalan yang telah dibangun berada di Indonesia Timur dan Tengah. Seperti, Kabupaten Alor, Timor Tengah Selatan, Sorong, dan Raja Ampat. Pembangunan diharapkan mampu menciptakan konektivitas yang kuat.
 
“Sebelum diberikan bantuan, masyarakat di daerah tertinggal cenderung mengalami kesulitan menuju lokasi produksi perkebunan atau ke lokasi pusat ekonomi lainnya. Sesudah ada bantuan jalan, bisa menambah pendapatan perkenomian masyarakat dalam mengolah hasil perkebunan tersebut,” kata Agus Kuncoro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agus, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Samsul Widodo. Menurut Samsul Widodo, peningkatan sarana dan prasarana di daerah tertinggal harus berdampak pada produktivitas ekonomi masyarakat.
 
Menurut Agus, tidak semua jenis jalan dibantu pembangunannya oleh Ditjen PDT. Hanya jalan yang tidak berstatus jalan nasional, provinsi, atau kabupaten (jalan nonstatus) yang dibantu pembangunannya. Kendati begitu, kualitas jalan yang dibangun tetap sesuai dengan peraturan Kementerian Pekerjaan Umum.
 
“Target pembangunan berubah-ubah, menyesuaikan ketersediaan alokasi anggaran. Tahun Anggaran 2019 ada 19 paket pekerjaan dengan total 35 kilometer. Sedangkan tahun depan, akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” ujar Agus.
 
Ditjen PDT berharap setelah jalan dibangun, pemerintah daerah akan meningkatkan kualitasnya agar dampak bagi perekonomian semakin baik.
 
“Kalau kita evaluasi, awalnya jalan itu mungkin hanya dilewati 12 orang per harinya. Setelah diperbaiki, yang melewati jalan sudah ramai. Kendaraaan yang melewati juga menjadi beraneka ragam, bukan hanya motor saja,” tutur Agus Kuncoro.
 
Itulah sebabnya, dia menilai, jalan itu sangat penting bagi warga daerah tertinggal. Apalagi sebagian daerah tertinggal menjadikan akses darat sebagai satu-satunya yang bisa digunakan untuk menghubungkan masyarakat menuju pusat-pusat sosial ekonomi.
 
Adanya bantuan itu dapat berguna dan bermanfaat bagi daerah tertinggal khususnya untuk mendukung produk unggulan, agar bisa dikembangkan dan dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah tertinggal.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif