Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri). (istimewa)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri). (istimewa)

Produk UMKM dan Investasi Jateng Jadi Favorit di Prancis

Lukman Diah Sari • 14 November 2022 14:12
Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, di Puri Gedeh, Kota Semarang, Jateng, pada Senin siang, 14 November 2022. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas potensi kerja sama ekonomi Jateng-Prancis dalam hal ekspor produk lokal.
 
"Kita akan kurasi, kita pilih, mana produk yang betul-betul layak dikirim sekaligus mendorong produk ini harus siap naik kelas. Jadi kalau mau produknya diekspor dan berharga mahal, maka kualitas harus nomor satu," jelas Ganjar usai pertemuan, di Semarang, Senin, 14 November 2022.
 
Ganjar menerangkan untuk mendorong UMKM lebih mendunia, maka diperlukan komitmen dan sinergitas yang kuat mulai dari pemerintah pusat, kepala daerah hingga pelaku usaha. Seperti pemberdayaan, akses permodalan, e-commerce, dan cara promosi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sehingga, kata Ganjar, UMKM lokal akan semakin diperhitungkan tak hanya di Prancis, tapi seluruh dunia. Terlebih UMKM lokal memiliki keunikan tersendiri dari setiap produk-produknya.
 
"Hampir seluruh duta besar selalu siap untuk memfasilitasi pendirian semacam toko-toko Indonesia yang ada di sana, apapun yang dijual. Fesyen, tekstil, atau produk UMKM yang ternyata di Prancis diminati sekali," jelas Ganjar.

Baca: Forum G20 Momentum Produk Garut Tembus Pasar Global


Sementara itu, Oemar menegaskan Provinsi Jateng adalah salah satu daerah penghasil produk UMKM terbaik. Ia menyampaikan ke Ganjar bahwa produk UMKM Jateng diminati  Prancis.
 
"Jawa Tengah ini punya banyak potensi, dalam arti potensi produk-produk yang diminati untuk diekspor ke Prancis atapun bagi Prancis potensi untuk investasi," ucap Oemar.
 
Khususnya produk-produk fesyen dan aksesoris UMKM yang banyak menggunakan bahan ramah lingkungan. Seperti batik dari bahan daur ulang dan produk kerajinan tangan yang dibuat dari bahan tak terpakai.
 
"Kalau produk tentunya banyak produk-produk kreatif, termasuk fesyen dan aksesoris dari Jawa Tengah punya peluang begitu besar untuk masuk ke Prancis, produk yang sustainable dan cocok dengan bahannya, prosesnya atau fungsinya bagus untuk lingkungan hidup yang populer di Prancis," sambung Oemar.

Baca: Dukung UMKM Go Internasional, BNI Manfaatkan Momentum G20


Selain membahas potensi UMKM Jawa Tengah, Oemar juga menyampaikan kerja sama investasi Jawa Tengah dengan Prancis yang sedang berjalan. Yaitu proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang dibangun di Brebes dan Tegal.  
 
"Investasi juga tadi kami sampaikan ke Pak Gub, ada yang sedang diproses itu pembangkit listrik tenaga bayu (angin) yang akan dibuat oleh perusahaan Prancis bekerja sama dengan BUMN kita di Brebes dan Tegal, dan masih banyak lagi," ujar Oemar.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif