Ilustrasi keimigrasian/Branda Antara
Ilustrasi keimigrasian/Branda Antara

Polisi Bekuk 2 Wanita Penyalur PMI Ilegal di Serang

Hendrik Simorangkir • 26 November 2022 12:40
Tangerang: Polres Serang membongkar jasa pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri nonprosedural atau ilegal. Dua wanita sebagai perekrut pekerja secara ilegal dibekuk.  
 
Kasatreskrim Polres Serang AKP Dedi Mirza mengatakan, kedua pelaku berinisial FT, 48, dan HA, 47 diringkus di rumahnya masing-masing di Kecamatan Lebakwangi dan Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang
 
"Dari dua ibu rumah tangga ini, kami menyita barang bukti 2 buku nikah, paspor, tiket pesawat serta lembar lampiran visa, paspor dan tiket milik para pekerja," ujarnya, Sabtu, 26 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi menuturkan, pengungkapan jasa pengiriman pekerja nonprosedural ini merupakan tindak lanjut dari masyarakat. Dari informasi tersebut, Dedi menambahkan, pihaknya kemudian bergerak melakukan pendalaman informasi.
 
Baca: Dua Korban Kapal Terbalik di Batam Ditemukan Meninggal

"Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku melakukan perekrutan orang sebagai pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan atau dipekerjakan di negara Arab Saudi secara ilegal," jelasnya.
 
Berdasarkan keterangan pelaku, Dedi menjelaskan, jika bisnis pengiriman pekerja nonprosedural itu sudah dilakukan sejak 2018. Bahkan, lanjutnya, selama 4 tahun melakukan bisnisnya, kedua pelaku mengaku tidak mengingat berapa jumlah pekerja migran ilegal yang telah diberangkatkan. 
 
"Sudah 4 tahun berjalan dan kedua pelaku tidak hafal berapa banyak warga yang sudah diberangkatkan sebagai tenaga kerja. Kedua pelaku pun sudah banyak meraup keuntungan dari bisnis ilegal ini," katanya.
 
Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 4, Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 81 Jo 86 huruf b Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. 
 
Dedi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerima atau tergiur dengan ajakan seseorang yang dapat memberangkatkan keluar negeri sebagai pekerja migran secara non prosedural. 
 
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berangkat sebagai migran melalui jalur non prosedural karena dapat merugikan diri sendiri jika terjadi sesuatu dikemudian hari," ungkapnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif