Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo, saat melepas ekspor cabai kering ke Pakistan, di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 22 November 2020. (Foto: Istimewa)
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo, saat melepas ekspor cabai kering ke Pakistan, di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 22 November 2020. (Foto: Istimewa)

Mentan Lepas Ekspor 11,5 Ton Cabai Kering ke Pakistan

Nasional ekspor impor cabai
Muhammad Syawaluddin • 22 November 2020 15:08
Makassar: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor cabai kering asal Sulawesi Selatan, menuju pasar baru yakni ke Pakistan sebanyak 11,5 ton. Ekspor itu merupakan perdana ke negara tersebut.
 
Syahrul mengatakan ekspor dengan komoditas baru tersebut cukup menggembirakan. Pasalnya sektor pertanian tumbuh untuk ketahanan pangan terutama selama pandemi covid-19.
 
"Karena tidak hanya dalam bentuk kuantitasnya, tapi juga beragam komoditi seperti cabai bisa di ekspor ke Pakistan untuk campuran pewarna tekstil mereka," katanya, di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 22 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Mentan, pelepasan ini merupakan ekspor kedua setelah komoditas cabai kering juga menembus pasar Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai 23 ton yang dikirim secara bertahap.
 
"Ini menjadi prospek karena komoditas cabai bisa kita panen setiap saat. Bahkan potensi kita juga cukup tinggi. Sekarang ini mereka punya kontrak 100 ton. Ke depan kami siap backup," jelasnya.
 
Baca juga:Salah Satu Cabup Indramayu Positif Covid-19
 
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menambahkan, terpenting dalam proses ekspor adalah memperhatikan hilirisasi produk pertanian menjadi salah satu fokus upaya peningkatan ekspor nasional.
 
"Produk pertanian segar yang tidak tahan lama atau bersifat perishable harus dilakukan hilirisasi yang memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk di negara tujuan, karena tidak mudah rusak dan mutu terjaga," katanya.
 
Adapun selain ekspor cabai kering, Mentan Syahrul juga melepas komoditas pertanian asal sub sektor perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura seperti biji, kulit, cangkang, kelapa parut, karet, porang, cincau hitam, pisang, manggis hingga kencur dengan total 114,1 ton atau senilai Rp21,3 miliar dengan negara tujuan benua Asia dan Eropa.
 
Berdasarkan data lalu lintas ekspor pertanian di Karantina Makassar tercatat, pertumbuhan negara tujuan ekspor meningkat sebesar 8 persen, yakni 133 negara tujuan ekspor pada 2019 dan 143 negara tujuan hingga Oktober 2020 atau bertambah 10 negara tujuan baru seperti Thailand India dan Cina.
 
"Selaku koordinator gugus tugas peningkatan ekspor pertanian, kami akan terus mendorong tumbuh," imbuh Jamil.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif