Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalai sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 September 2018. Medcom.id/Andi
Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalai sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 19 September 2018. Medcom.id/Andi

Kasus ABU Tours Diklaim Bukan Ranah Pidana

Nasional penipuan ibadah umrah Abu Tours Travel
Andi Aan Pranata • 19 September 2018 17:02
Makassar: Tim kuasa hukum Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba mempersiapkan nota keberatan atas dakwaannya di pengadilan. Pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu 19 September 2018, Hamzah didakwa dengan dugaan penipuan, penggelapan, serta pencucian uang setoran jemaah umrah.
 
Pengacara Hamzah Mamba Hendro Saryanto mengatakan, eksepsi akan memperjelas duduk perkara ABU Tours. Dia menyatakan kasus yang bergulir tidak pantas diajukan sebagai perkara pidana.
 
"Kalau menurut kami ini suatu peristiwa perdata. Hanya kesalahan dalam berbisnis saja. Nanti kami berikan informasi utuhnya seperti apa," kata Hendro di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu siang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hendro menilai bahwa selama ini perkara ABU Tours dibingkai seperti kasus First Travel. Namun menurutnya kedua kasus berbeda. Jika First Travel diduga sengaja mengemplang uang jemaah, ABU Tours disebut tidak demikian.
 
Hendro menjelaskan, Hamzah Mamba selaku bos ABU Tours punya itikad baik memberangkatkan seluruh jemaahnya ke Tanah Suci. Namun di tengah jalan dia mengalami kesulitan finansial. Di tengah kesulitan pun, kliennya dianggap telah berupaya agar tidak ada jemaah telantar.
 
"Kami berusaha menjadwalkan ulang. Tapi apa yang terjadi, kami yang sedang mencari pinjaman, dicabut izinnya oleh Kementerian Agama. Klien kami juga ditahan," ujarnya.
 
Hendro juga menilai pasal penipuan, penggelapan, serta pencucian uang tidak tepat dialamatkan kepada Hamzah Mamba. Sebab ABU Tours rela 'menjual rugi' dengan menetapkan tarif umrah di bawah harga normal. Adapun Kemenag baru menetapkan standarisasi harga pada tahun 2018.
 
"Kami dianggap menelantarkan 96 ribu jemaah. Padahal jemaah memang baru dijadwalkan berangkat bertahap pada tahun 2018 hingga 2020," ujarnya.
 
"Mengenai aset Hamzah Mamba, itu sudah dibeli sebelum 2016. Sebelum perusahaan kesulitan finansial," Hendro menambahkan.
 
Sidang ABU Tours bakal dilanjutkan, Rabu 26 September pekan depan. Majelis hakim memberi waktu satu pekan kepada kuasa hukum terdakwa untuk menyusun berkas pembelaan.
 
Dalam dakwaannya, Hamzah Mamba diduga merugikan 96.976 calon jemaah umrah ABU Tours. Dia diduga menyelewengkan uang setoran umrah senilai Rp1,2 triliun lebih, karena tidak memberangkatkan jemaah. Uang itu digunakan untuk hal lain di luar kepentingan jemaah.
 
Terdakwa dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, 378 KUHP tentang penipuan, serta Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif