Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Emil saat acara gerakan serentak penanaman pohon di Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin, 9 Desember 2019.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Emil saat acara gerakan serentak penanaman pohon di Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin, 9 Desember 2019.

Ridwan Kamil Siapkan Pergub untuk KBU

Nasional festival citarum wisata jawa barat
Roni Kurniawan • 09 Desember 2019 13:46
Bandung: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah merancang Peraturan Gubernur (Pergub) untuk pengendalian pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU). Hal itu sebagai upaya hukum agar tidak terjadi pembangunan yang masif di kawasan resapan air tersebut.
 
Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, Pergub KBU ditargetkan rampung pada awal 2020 mendatang. Hal itu dipastikan guna mendukung program Citarum Harum yang digaungkan pemerintah pusat, karena KBU merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Citarum.
 
"Di KBU pergub sedang disiapkan, insyaallah awal tahun depan selesai untuk mengurangi tafsir-tafsir yang keliru selama ini terkait pengendalian yang namanya KBU dan dengan Kodam kita siap mendeklarasikan bahwa KBU bagian dari DAS Citarum," ujar Emil usai acara gerakan serentak penanaman pohon di Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin, 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emil menuturkan, dalam Pergub tersebut akan melibatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan terutama untuk menindak pelanggar di KBU yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. Pasalnya selama ini, penindakan pelanggaran bangunan hanya dilakukan oleh Satpol PP.
 
"Penegakan hukumnya nanti tidak hanya Satpol pp saja tapi akan melibatkan TNI, Polri, dan kejaksaan. Mudah-mudahan komitmen-komitmen ini bisa diapresiasi bahwa kita bekerja untuk memilihkan lagi lahan-lahan kritis di seluruh jawa barat dengan simbolisasinya di KBU," beber mantan Wali Kota Bandung ini.
 
Selain itu, Emil pun mengajak partisipasi dari masyarakat terutama yang berada di KBU untuk turut andil dalam gerakan menanam pohon. Masyarakat pun bisa mengetahui lokasi yang bisa ditanam bibit melalui aplikasi e-tanam yang diluncurkan Pemprov Jabar.
 
"Sehingga kalau ada 25 ribu penanam ada 25 ribu titik yang bisa kita monitor. Karena seringkali ya setelah ditanam kurang dipelihara atau ada yang mencabut dan sebagainya, nah itu mudah-mudahan kecintaan kita ini dipelihara dan dilakukan digitalisasi datanya," pungkas Emil.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif