Paniradya Pati Paniradya Bagian urusan Keistimewaan) Setda DIY, Benny Suharson
Paniradya Pati Paniradya Bagian urusan Keistimewaan) Setda DIY, Benny Suharson

Pemda DIY Ubah Penamaan Kecamatan dan Kelurahan

Nasional yogyakarta
Patricia Vicka • 02 Desember 2019 17:41
Yogyakarta: Pemerintah DIY mengubah penamaan jabatan dan organisasi dalam pemerintahan (nomenklatur) setingkat Kecamatan, Kelurahan, dan Desa. Perubahan ini dilakukan untuk memunculkan keistimewaan Yogyakarta sesuai amanat Undang-Undang Keistimewaan (UUK) Nomor 13 Tahun 2012.
 
Paniradya Pati Paniradya Bagian urusan Keistimewaan) Setda DIY, Benny Suharsono mengatakan perubahan nama berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/ kota dan Kalurahan.
 
"DIY diberi hak untuk mengatur urusan pemerintahan dan kebudayaan sendiri. Perubahan nama ini sebenarnya kami hanya mengembalikan seperti nama pemerintahan Ngayogyakarta sebelum jaman kemerdekaan Indonesia," ujar Benny dalam jumpa Pers di Kantor Gubernur DIY, Senin 2 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan khusus untuk Kota Yogyakarta, (nama) kelembagaan Kecamatan berubah menjadi Kemantren. Camat akan berubah nama menjadi Mantri Pamong Praja. Sementara Sekretaris kecamatanya berubah nama menjadi Mantri Anom.
 
Sedangkan di tingkat Kabupaten, nama Kecamatan berubah nama menjadi Kapanewon. Camat akan menjadi Panewu dan Sekretaris camat menjadi Panewu Anom.
 
(Nama) Jabatan bagian-bagian di kecamatan tingkat Kota dan Kabupaten juga akan berubah. Seperti bagian Pemerintahan akan menjadi Jawatan Praja, bagian Ketentraman dan Ketertiban menjadi Jawatan Keamanan, dan bagian Perekonomian dan Pembangunan menjadi Jawatan Kemakmuran.
 
"Bagian Kesejahteraan Masyarakat menjadi Jawatan Sosial dan bagian Pelayanan Umum menjadi Jawatan Umum," jelas dia.
 
Sementara Kelurahan di tingkat Kota Yogyakarta tidak akan mengalami perubahan nama bak nomenklatur kelembagaan maupun jabatan.
 
Benny melanjutkan nama nomenklatur di Desa akan berubah menjadi Kalurahan. Kepala desa berubah nama menjadi Lurah. Sekretaris desanya bernama carik. Nama jabatan di pemerintahan tingkat desa juga akan berubah. Bagian Keuangan menjadi Danarta, bagian Tata Usaha dan Umum menjadi Tata Laksana, bagian Perencanaan menjadi Pangripta.
 
"Untuk bagian Pemerintahan menjadi Jagabaya, kemudian bagian Kesra (Kesejahteraan) itu akan menjadi Ulu-ulu dan sebutan yang mentereng sekarang adalah Kamituwa untuk bagian Pelayanan," paparnya.
 
Beny menegaskan perubahan penamaan nomenklatur ini akan mulai diterapkan perlahan sejak akhir 2019.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif