Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)

Tujuh Menteri Putra Daerah Jawa Timur

Nasional kabinet jawa timur
Amaluddin • 24 Oktober 2019 13:12
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga tujuh dari 34 menteri yang dipilih Presiden Jokowi untuk periode kedua pemerintahan berasal dari Jawa Timur. Ia pun menaruh harapan besar pembangunan Indonesia, khususnya di Jawa Timur di pundak ketujuh menteri itu.
 
"Dengan sinergitas kami harap kemajuan Jatim bisa terus berkembang pesat," kata Khofifah, di Surabaya, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Khofifah mengatakan tiga dari tujuh menteri asal Jawa Timur ditempatkan di pos strategis pemerintahan. Ia pun mengapresiasi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau Pak Jokowi sendiri pernah menyampaikan bahwa komandan-komandan istana, kebetulan tiga pos strategis di Istana adalah orang Jatim. Di antaranya ada pak Pratikno, Pak Pramono Anung, dan Pak Moeldoko," kata Khofifah.
 
Nama-nama lain yakni Mahfud MD merupakan putra daerah Madura yang diberi mandat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Khofifah menilai Mahfud mendapatkan tugas sesuai dengan keahliannya.
 
"Semua orang mengenal Pak Mahfud dengan kompetensi dan kapasitas yang luar biasa, sangat mumpuni. Harapan seluruh warga bangsa, komunikasi di antara seluruh stakeholder elemen strategis akan sangat tangguh dengan adanya Pak Mahfud," katanya.
 
Kemudian Muhadjir Effendi, putra daerah Madiun, yang kini menempati posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Khofifah berharap, koordinasi dalam urusan kesejahteraan masyarakat Jatim dapat terpetakan dengan baik.
 
Selanjutnya Abdul Halim Iskandar yang sebelumnya Wakil Ketua DPRD Jatim terpilih menjadi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Menurut dia, Halim bisa membantu Jatim dalam mengoptimalkan penghapusan desa tertinggal pada 2020.
 
"PR kita menurut Kemendes, masih ada 361 desa tertinggal di Jatim. Saya dalam banyak forum sudah minta agar ini dipetakan. Bagaimana pada 2020 nanti bisa benar-benar mengentaskan 361 desa ini, sehingga tidak ada lagi desa tertinggal," ujarnya.
 
Terakhir, Ida Fauziah. Putri daerah Mojokerto yang kini menduduki posisi Menteri Ketenagakerjaan (Menaker). Khofifah mengatakan, di bidang ketenagakerjaan masih ada peraturan perundang-undangan yang masuk kategori omnibus law.
 
"Kalau omnibus law, berarti berseiring dengan peraturan perundangan yang lain, kalaupun ada revisi dari peraturan perundangan. Nanti kita lihat turunannya di Jatim, apa ada perda-perda yang revisinya juga menggunakan format omnibus law," kata mantan Menteri Sosial (Mensos) itu.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif