Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Festival Anggaran Kabupaten Batang didampingi Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo sembari berbincang dengan masyarakat. Foto: MTVN/M Rodhi Aulia
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri Festival Anggaran Kabupaten Batang didampingi Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo sembari berbincang dengan masyarakat. Foto: MTVN/M Rodhi Aulia

Risma Diminta Warga Batang Bujuk Yoyok Maju Lagi

M Rodhi Aulia • 15 Maret 2016 15:04
medcom.id, Batang: Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo mengaku, akan mengubur karir politiknya pada Februari 2017. Yoyok menegaskan tidak akan mencalonkan lagi pada periode kedua.
 
Namun, sejumlah masyarakat Batang tidak setuju dengan tekad Yoyok. Beberapa kali, masyarakat sudah meminta langsung kepada Yoyok. Yoyok memang sangat mudah ditemui siapa pun dan kapan pun tanpa harus melalui prosedur formal apa pun.
 
Upaya warga kerap kandas. Yoyok menegaskan dirinya sudah lama bertekad tidak akan maju lagi sejak 2,5 tahun lalu. Masyarakat pun meminta Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini untuk membujuk Yoyok membatalkan tekadnya.

"Tolong bilangin ke pak Yoyok agar nyalon lagi," ujar seorang warga Batang yang berprofesi sebagai petani kepada Risma saat berkunjung ke Batang, Selasa (15/3/2016).
 
Permintaan itu disampaikan saat Risma tengah didampingi Yoyok yang tengah duduk lesehan bersama sejumlah petani di teras Rumah Dinas Bupati Batang.
 
Risma tidak menjawab tegas. Hanya senyum khas yang tampak. Kemudian, Risma dan Yoyok berpindah ke Pendopo Bupati dalam sebuah acara berbagi manajemen pemerintahan.
 
Seorang warga pun memanfaatkan kesempatan sesi tanya-jawab dengan meminta Risma kembali membujuk Yoyok. Pasalnya, terobosan signifikan di bawah kepemimpinan Yoyok perlu dipertahankan.
 
Warga khawatir jika Yoyok tidak maju, terobosan itu akhirnya antiklimaks. Karena belum tampak sosok yang dapat menggantikan posisi Yoyok.
 
"Kalau kalian setuju pak Yoyok jadi Bupati, ya lanjutkan saja. Tidak akan ada orang bisa menghindari takdir. Saya juga tidak pernah berniat maju periode kedua," kata Risma di depan Yoyok.
 
Risma menuturkan, dirinya saat maju pada periode kedua di luar ambisi. Risma tidak menginginkan maju lagi. Namun tiba-tiba secarik kertas tiba di mejanya.
 
Surat rekomendasi pencalonan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Risma mencoba maju tapi masih mengeluhkan karena tidak punya uang.
 
"Saya enggak punya uang. Tapi mereka bilang punya uang sendiri-sendiri. Saya juga tidak yakin dapat dukungan 86 persen," ucap dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>