ilustrasi/MI
ilustrasi/MI

PPKM Level 2, Pemkot Surabaya Kembali Terapkan PTM 50%

Amaluddin • 08 Maret 2022 18:59
Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen. Ini dilakukan karena Surabaya kini berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2022.
 
"Rencananya PTM 50 persen, karena sebelumnya sudah PTM 25 persen,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Surabaya, Selasa, 8 Maret 2022.
 
Selain bidang pendidikan, Eri juga akan kembali membuka sejumlah tempat wisata. Namun, Eri mengaku masih akan melakukan evaluasi selama 3-4 hari ke depan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satpol PP, dan Linmas Kota Surabaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena memang sudah banyak yang kangen dengan taman dan Tunjungan Romansa. Maka, untuk menjaga kondisi Kota Surabaya agar lebih baik, masyarakat harus tetap memperketat protokol kesehatan,” ujar dia.
 
Selanjutnya, untuk supermarket, hypermart, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 WIB. Kapasitas pengunjung maksimal 75 persen.
 
Baca: DKI Jakarta PPKM Level 2, Ini Aturan Pembelajaran Tatap Muka
 
"Warung makan/warteg, PKL, lapak jajan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 75 persen dari kapasitas," tuturnya.
 
Selanjutnya, kegiatan pusat perbelanjaan atau pusat perdagangan juga akan dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen sampai dengan pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk bioskop, beroperasi dengan kapasitas maksimal 70 persen.
 
“Kemudian, tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan selama PPKM Level 2 dengan maksimal 75 persen kapasitas, dan untuk pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan tidak mengadakan makan di tempat,” jelas Eri.
 
Menurut Eri, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Pahlawan. Ia berharap pertumbuhan ekonomi di wilayahnya kembali bangkit, setelah sebelumnya sempat ditutup karena PPKM Level 3.
 
"Alhamdulillah wilayah aglomerasi Surabaya Raya kembali menjadi Level 2, ini waktunya membangkitkan ekonomi yang sudah kita jalankan,” ujarnya
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif