Pasar Kebon Semai Palembang. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
Pasar Kebon Semai Palembang. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)

2 Klaster Pasar di Palembang Nol Kasus Covid-19

Nasional Virus Korona
Gonti Hadi Wibowo • 02 Agustus 2020 13:58
Palembang: Sebanyak 38 pedagang dari dua klaster pasar tradisional di Kota Palembang, Sumatra Selatan, dinyatakan sembuh dari covid-19.
 
"38 pedagang pasar yang sembuh itu terdiri atas 33 pedagang pasar Kebon Semai dan lima pedagang kebun bunga," kata juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Palembang, Yudi Setiawan, Minggu, 2 Agustus 2020.
 
Ia mengatakan 38 pedagang tersebut merupakan orang tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Pihaknya mencatat saat ini tidak ada lagi pedagang di pasar tradisional setempat terkonfirmasi virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Catatan kami pedagang yang terpapar korona itu sudah tidak ada lagi. Kami berharap ke depannya tidak ada klaster baru yang terjadi di pasar," jelasnya.
 
Yudi melanjutkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya, TNI, Polri, Satpol PP, dan pihak kecamatan untuk melakukan pengawasan ketat di area pasar. Termasuk menyediakan fasilitas cuci tangan.
 
Baca juga:Mayoritas Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Surabaya Disertai Komorbid
 
"Petugas juga kita siapkan di setiap pasar dan jika ada pembeli maupun pedagang yang tidak menggunakan masker tidak diperbolehkan masuk ke dalam pasar," ungkapnya.
 
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan pasar tradisional merupakan tempat paling rawan penyebaran virus korona lantaran kesadaran masyarakat maupun pedagang masih rendah dan banyak yang tidak menggunakan masker serta berdesak-desakan saat berbelanja.
 
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumsel menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait sanksi bagi masyarakat yang tidak mengunakan masker. Yakni denda uang minimal Rp100 ribu dan maksimal Rp500 ribu.
 
"Dalam penerapan pergub, fokus utama kita menyasar pasar tradisional karena di sana tempat yang paling rawan penyebaran virus akibat banyak pedagang maupun masyarakat yang tidak menggunakan masker," jelas dia.

 

(MEL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif