Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Aktivitas Niaga Hewan Kurban di Sumenep Lesu

Nasional Idul Adha hewan kurban
Rahmatullah • 29 Juli 2020 10:31
Sumenep: Aktivitas jual beli hewan kurban di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, lesu di tengah pandemi covid-19. Momentum Iduladha tahun ini, omzet penjualan hewan kurban turun hingga 50 persen ketimbang tahun lalu.
 
"Sepi, tidak seperti tahun lalu. Mungkin karena virus korona. Pembeli turun sejak ada korona," kata salah seorang pedagang kambing di Pasar Pamolokan Kecamatan Kota, Sutikno, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Sutikno mengaku jika setiap Iduladha ia mampu menjual hingga 30 ekor kambing setiap pekan, tahun ia harus puas hanya mampu menjual tak lebih dari 10 ekor. Penurunan pasar, kata dia, tak hanya dari masyarakat lokal, namun juga pesanan dari luar Kabupaten Sumenep.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang paling 10 kambing bisa dijual. Semua pedagang rata-rata mengalami kondisi yang sama," ungkapnya.
 
Baca juga:Wabup Oku Selatan dan Istri Sembuh dari Covid-19
 
Senada, pedagang sapi kurban, Masdawi, mengungkapkan penjualan hewan tahun ini turun.
 
"Turun sekitar 30 persen. Karena kalau sapi kan memang yang beli berbeda dengan (pasar) kambing," kata dia.
 
Kendati demikian, Masdawi mengungkapkan harga sapi mengalami kenaikan. Jika tahun lalu setiap ekor sapi minimal dijual Rp13 juta, Iduladha tahun ini harga tiap ekor sapi dilepas Rp15 juta.
 
"Naiknya rata-rata Rp2 juta per ekor," jelasnya.
 
Kenaikan harga juga terjadi pada hewan kurban kambing. Rata-rata harga kambing kurban ukuran besar Rp3,4 juta dari sebelumnya Rp3 juta. Sementara kambing ukuran sedang dilabeli harga Rp2,7 juta.

 

(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif