Area proyek pembangunan KA Bandara YIA. medcom.id/ahmad mustaqim
Area proyek pembangunan KA Bandara YIA. medcom.id/ahmad mustaqim

Warga Terdampak Proyek Kereta Bandara YIA Belum Terima Ganti Rugi

Nasional Bandara Yogyakarta International Airport
Ahmad Mustaqim • 25 Juni 2020 19:03
Kulon Progo: Proyek pembangunan kereta api Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo telah berjalan. Namun, warga terdampak pembangunan infrastruktur itu belum diberikan ganti rugi.
 
Warga terdampak belum terima ganti rugi yakni dari Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Salah satunya Ribut Yuwono. Ia merelakan 177 bidang tanahnya dipakai untuk proyek itu.
 
"Sudah sejak Mei lalu dibayarkan 57 (bidang tanah), sisanya sampai sekarang belum dibayar," kata dia di Kulon Progo, Kamis, 25 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribut mengatakan, nilai ganti rugi lahan berkisar Rp1,3 juta hingga Rp2 juta per meter. Nilai itu telah disepakati pada Oktober 2019. Ia mengatakan, berkah lahan warga itu telah diserahkan ke Kantor Wilayab Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY.
 
Selain BPN, berkas juga diserahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk pemeriksaan. Ia menilai, seluruh berkas lahan telah lengkap karena sampai saat ini tidak ada konfirmasi pemberitahuan kekuarangan.
 
"Karena gak ada kabar lagi berarti kami tinggal menunggu pembayaran. Tapi kenapa sampai sekarang tak ada kejelasan," kata anggota pengadaan lahan tingkat desa proyek KA Bandara YIA ini.
 
Ia mengatakan, warga merasa resah dalam situasi ini. Apalagi, janji pemerintah akan membayarkan ganti rugi itu pada Desember 2019.
 
Selain resah tak kunjung dapat ganti rugi, lanjutnya, warga juga masih menunggu kepastian tempat relokasi. Ada sekitar 12 lahan permukiman warga terdampak proyek KA bandara.
 
"Tempat relokasi belum pasti tapi sudah ada perataan tanah di area proyek untuk jalur rel. Ada yang sudah mulai diurug," kata dia.
 
Pejabat sementara Kepala Desa Kaligintung, Prayogo, mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan itu ke BPN, PT KAI, BPKP, hingga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Ia mengakui, sampai saat ini belum ada respons yang diterima.
 
"Tapi sekarang kendaraan pengangkut material sudah mulai melintas dan membuat akses jalan rusak. Kami berharap segera ada kejelasan biar tak ada gejolak di masyarakat," ucapnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif