Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Seharga Rp1,5 Miliar

Deny Irwanto 21 Oktober 2018 11:12 WIB
penyelundupan
Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Seharga Rp1,5 Miliar
Anggota F1QR Lanal Dumai menggagalkan upaya penyeludupan lima kotak berisi baby lobster di dermaga rakyat Sungai Piring Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Sabtu, 20 Oktober 2018. Istimewa.
Jakarta: Anggota F1QR Lanal Dumai menggagalkan upaya penyeludupan lima kotak berisi baby lobster pada Sabtu, 20 Oktober 2018 pukul 07.30 WIB. Baby lobster tersebut ditemukan di dermaga rakyat Sungai Piring Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Danlanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, penggagalan ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya bahwa akan ada dua mobil yang akan mengantar baby lobster ke speed boat.

"Yaitu Kijang LGX silver dan mobil Avanza silver dari Jambi masuk ke sungai Luar dan sungai piring Tembilahan yang membawa muatan Baby Lobster dan rencananya akan dimuat ke Speed Boat bermesin 300 PK dan kemudian akan diseludupkan ke Singapura," kata Yose dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Oktober 2018.



Baby lobster yang disita anggota F1QR Lanal Dumai. Istimewa.

Yose menjelaskan, berbekal informasi tersebut kemudian pihaknya melaksanakan operasi penyekatan dan penangkapan. Tim kemudian dibagi menjadi dua, yaitu tim darat dan tim laut. 

Tim darat melakukan penyekatan di pertigaan Jembatan Getek, Tembilahan. Tim laut dibagi dua tim lagi yaitu tim laut satu menggunakan speed 1000 PK menyekat pada posisi kuala simpang Sungai Luar dan Sungai Piring. Tim laut dua menggunakan Speed 800 PK menyekat pada posisi sekitar simpang Kuala Gaung.

"Pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 Pukul 05.30 WIB. Tim darat melihat dua mobil yang ciri-cirinya sesuai data informasi melintas di jembatan Getek. Tim darat langsung menginfokan ke tim laut untuk siap siaga. Selanjutnya pada 06.30 WIB, tim darat melihat dua mobil yang sesuai informasi melintas balik arah, kemudian diberhentikan oleh tim darat setelah dilakukan pemeriksaan dalam mobil tersebut tidak ditemukan apapun/kosong," jelas Yose.

Yose kembali mengatakan, pada pukul 07.00 WIB, tim darat menginfokan kepada tim laut untuk menyisir dari arah posisi masing-masing speed 1000 PK dan 800 PK ke arah Sungai Piring.

Setelah melaksanakan penyisiran di sekitar Sungai Piring, pada pukul 07.45 WIB tim laut satu berhasil menemukan lima kotak yang diletakkan di dermaga rakyat Sungai Piring Tembilahan.  

Setelah dilaksanakan pemeriksaan terhadap kelima box tersebut ternyata berisi baby lobster yang kemudian diamankan dan dibawa ke Posal Tembilahan, tim laut dua melaporkan saat melaksanakan penyisiran di pinggir sungai melihat speed boat berkecepatan tinggi dari arah sungai Piring, dan tim laut dua berusaha melaksanakan pengejaran akan tetapi kehilangan jejak dan memutuskan untuk kembali ke Safe House.

"Dalam melancarkan upaya penyeludupan Baby Lobster selalu di muat di titk-titik yang berbeda, modus seperti ini dilakukan oleh para pelaku guna menghindari para petugas dan kemudian baby lobster dijemput dengan speed boat," jelas Yose.

Menurut Yose, barang bukti berupa lima kotak ice box berisi baby lobster pada pukul 17.00 WIB bertempat di kantor Balai Karantina ikan Tembilahan telah dilaksanakan serah terima temuan dan penghitungan dengan jumlah keseluruhan 10.000 ekor dari pihak Lanal Dumai kepada pihak Karantina ikan Wilker Tembilahan.

Yose menjelaskan, dari informasih Ibu Febri (perwakilan Karantina ikan Wilker Tembilahan) bahwa harga satu ekor baby lobster di Vietnam Rp150.000. Dari kasus-kasus sebelumnya baby lobster akan dikirim ke Singapura dan dikemudian dikirim ke Vietnam,

"Jadi jika ditotal penyelundupan baby lobster ini dapat merugikan negara sebanyak Rp1.500.000.000. Sesuai perundang undangan Karantina, barang siapa yang terbukti menyelundupkan baby lobster ke luar negri akan dijerat dengan hukuman pidana maksimal lima tahun penjara. Lobster yang diizinkan dikirim ke luar negeri adalah jika sudah memenuhi berat diatas dua ons. Baby lobster ini akan dilepasliarkan besok bersama-sama dari Balai Karantina dan pihak TNI AL," pungkas Yose.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id