medcom.id, Pangkalpinang: Kabagbinop Polair Bangka Belitung AKBP Adi Nugraha mengatakan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 ke Kepulauan Tuju yang berlokasi di utara Pulau Bangka, Bangka Belitung. Lokasi pencarian itu sesuai dengan kesaksian Kapten KM Bahari Maju Fariawan dan seorang nelayan bernama Taha terkait pesawat berwarna merah itu.
"Kita sudah kontak ke Basarnas, sekarang kita lagi persiapan menuju ke sana," kata Adi di posko Taktis, Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Selasa (30/12/2014).
Menurut Adi, nelayan Taha mengaku melihat serpihan sepanjang empat meter dan lebar dua meter berwarna merah putih di Kepulauan Tuju. Taha melaporkan temuan itu kemarin malam. Kini, Taha berada di pospol Air di Pulau Belinyu dan siap mengantar tim Basarnas ke lokasi tempat ia melihat serpihan tersebut.
Sebelumnya, Kapten KM Bahari Maju Fariawan mengaku melihat pesawat merah terbang rendah di timur Pulau Lingga, Kepulauan Riau, yang berlokasi di utara sebelah Pulau Bangka. Fariawan pun menyebutkan posisi pesawat dengan rinci dan jelas.
"Sekitar 50 mil dari Pulau Lingga," ujar kapten yang telah berlayar selama 32 tahun itu.
Fariawan menyebut saat melihat pesawat merah tersebut sekira pukul antara pukul 07.30-07.40 WIB, Minggu (28/12/2014), di koordinat 00' 17' 202 S dan 105' 40' 422 E. Saat itu, dirinya tengah bertugas dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
Menurut perhitungannya, jika arah angin dari Barat, dan titik kordinatnya, kemungkinan pesawat yang diduga Air Asia tersebut berada di sekitar Pulau Tuju dan Pulau Lingga.
"Ini kan ada angin dari Barat, jadi menurut perhitungan saya, pesawat itu balik ke pulau Bangka, karena kencangnya angin dari Barat," imbuhnya.
"Jadi sekarang sekitar 90-100 mil dari titik kordinat 00' 17' 202 S dan 105' 40' 422 E, yaitu disekitaran Pulau Tuju," tambah Fariawan.
medcom.id, Pangkalpinang: Kabagbinop Polair Bangka Belitung AKBP Adi Nugraha mengatakan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 ke Kepulauan Tuju yang berlokasi di utara Pulau Bangka, Bangka Belitung. Lokasi pencarian itu sesuai dengan kesaksian Kapten KM Bahari Maju Fariawan dan seorang nelayan bernama Taha terkait pesawat berwarna merah itu.
"Kita sudah kontak ke Basarnas, sekarang kita lagi persiapan menuju ke sana," kata Adi di posko Taktis, Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Selasa (30/12/2014).
Menurut Adi, nelayan Taha mengaku melihat serpihan sepanjang empat meter dan lebar dua meter berwarna merah putih di Kepulauan Tuju. Taha melaporkan temuan itu kemarin malam. Kini, Taha berada di pospol Air di Pulau Belinyu dan siap mengantar tim Basarnas ke lokasi tempat ia melihat serpihan tersebut.
Sebelumnya, Kapten KM Bahari Maju Fariawan mengaku melihat pesawat merah terbang rendah di timur Pulau Lingga, Kepulauan Riau, yang berlokasi di utara sebelah Pulau Bangka. Fariawan pun menyebutkan posisi pesawat dengan rinci dan jelas.
"Sekitar 50 mil dari Pulau Lingga," ujar kapten yang telah berlayar selama 32 tahun itu.
Fariawan menyebut saat melihat pesawat merah tersebut sekira pukul antara pukul 07.30-07.40 WIB, Minggu (28/12/2014), di koordinat 00' 17' 202 S dan 105' 40' 422 E. Saat itu, dirinya tengah bertugas dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.
Menurut perhitungannya, jika arah angin dari Barat, dan titik kordinatnya, kemungkinan pesawat yang diduga Air Asia tersebut berada di sekitar Pulau Tuju dan Pulau Lingga.
"Ini kan ada angin dari Barat, jadi menurut perhitungan saya, pesawat itu balik ke pulau Bangka, karena kencangnya angin dari Barat," imbuhnya.
"Jadi sekarang sekitar 90-100 mil dari titik kordinat 00' 17' 202 S dan 105' 40' 422 E, yaitu disekitaran Pulau Tuju," tambah Fariawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RRN)