Seorang anak sedang memperlihatkan minyak goreng curah. (Foto: MI/Amiruddin)
Seorang anak sedang memperlihatkan minyak goreng curah. (Foto: MI/Amiruddin)

2 Liter Minyak Goreng di Bali Rp45 Ribu

Nasional kenaikan harga bali minyak goreng
Media Indonesia.com • 09 Januari 2022 13:55
Denpasar: Harga minyak goreng di Bali terus melambung. Dalam beberapa hari harga terus merangkak seiring dengan kelangkaan stok yang terdistribusi ke Pulau Dewata.
 
Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional di Bali, harga minyak goreng curah bervariasi antara Rp42 ribu hingga Rp 45 ribu per dua liter. Di beberapa pasar seperti Pasar Kreneng, Pasar Katrangan dan Pasar Sanglah, kisaran minyak goreng kemasan berisi 2 liter hingga mencapai Rp45 ribu.
 
Seorang pengunjung Pasar Sanglah Denpasar, Ni Wayan Srianti, menjelaskan, harga minyak goreng di pasar rata-rata Rp45 ribu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada juga yang Rp42 ribu atau Rp43 ribu. Kita harus mutar-mutar. Itu yang kemasan sekitar 2 liter, harga memang segitu," ujarnya, Minggu, 9 Januari 2022.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali Wayan Jatra membenarkan terjadi kenaikan harga minyak goreng di Bali. Dalam dua pekan terakhir, harganya terus melambung.
 
Baca juga: Polisi Selidiki Kapal dan ABK Penangkap Lumba-Lumba di Pacitan
 
"Kami sudah melaporkan kenaikan ini ke Pusat. Namun hingga saat ini belum direspons. Semoga kebijakan dari Kemendag segera turun. Kami di daerah siap menjalankan instruksi pusat," ungkapnya.
 
Ia mengatakan, gejala kenaikan harga minyak goreng sudah diketahui sejak dua Minggu terakhir. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh distributor namun semua mengalami hal yang sama. 
 
"Pasokan atau stok terus menurun sementara permintaan pasar terus meningkat," terang Jatra.
 
Ia menjelaskan jika minyak goreng itu masuk dalam daftar kebutuhan bahan pokok. Menurutnya, saat ini kenaikan harga minyak goreng sulit dikendalikan. 
 
Kepanikan masyarakat sudah pasti terjadi sebab produksi lokal tidak mencukupi sama sekali. 
 
"Kalau Pemprov Bali ingin kendalikan harga, harus disubsidi. Sementara kekuatan subsidi belum disepakati," kata dia.
 
Jatra menambahkan subsidi untuk menjaga kepanikan publik mutlak diperlukan agar harga bisa dikendalikan. Kalau sudah terdeteksi oleh pemerintah operasi pasar harus segera dilakukan. (Arnoldus Dhae)

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif