Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami (kiri). Medcom.id/Andi Aan Pranata
Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami (kiri). Medcom.id/Andi Aan Pranata

Memberantas Narkoba dari Lapas Dianggap Butuh Waktu

Nasional sidak lapas lembaga pemasyarakatan
Andi Aan Pranata • 27 Agustus 2018 15:46
Makassar: Kementerian Hukum dan HAM berupaya mengentaskan masalah peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Namun masyarakat diminta bersabar karena persoalan tersebut tidak bisa selesai dalam sekejap.
 
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan, pihaknya sedang membawa perubahan secara menyeluruh. Tak hanya narkoba, pembenahan juga menyangkut berbagai pelanggaran dan kepemilikan alat terlarang di lapas maupun rutan.
 
"Kita minimalisir penyimpangan di dalam, suatu hari kita hilangkan sama sekali. Ini transisi, ada tuntutan, dan kita tidak mau berhenti dengan kondisi yang sekarang," kata Sri saat berkunjung ke Lapas Klas I Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 27 Agustus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi mohon ada kesabatan. Untuk mengubah mindset ini tidak mudah, tapi yakin kita pasti bisa," dia melanjutkan.
 
Baca: Tewaskan Satu Keluarga, Kebakaran di Makassar Gara-gara Utang Narkoba
 
Sri mengungkapkan, upaya pembenahan lapas dan rutan ditempuh lewat penguatan kapasitas sarana maupun pegawai. Pihaknya juga memastikan razia ditingkatkan di kalangan warga binaan untuk meminimalisir pelanggaran.
 
Kemenkumham bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional untuk pemberantasan narkoba. Petugas BNN diberikan akses seluas mungkin untuk menyelidiki dugaan peredaran narkoba yang melibatkan warga binaan, maupun yang terjadi di kawasan Lapas dan Rutan.
 
Belakangan ini terungkap keterlibatan narapidana dalam kasus peredaaran narkoba. Misalnya di Makassar, seorang warga lapas menjadi otak pembakaran rumah karena masalah piutang sabu.
 
Menurut Sri, ada kemungkinan narapidana dibantu oleh oknum petugas Lapas. Bantuan bisa dengan meloloskan alat komunikasi ke dalam sel tahanan. Pihaknya memastikan hal-hal seperti itu jadi perhatian utama dalam reformasi lembaga pemasyarakatan.
 
"Kadang-kadang keluarga, atau tamu pun ikut andil, selain oknum dari kami yang masih tidak mau melakukan perubahan. Dia tidak sadar bahwa sekarang ini eranya tuntutan publik sudah luar biasa, dan aturannya memang tidak boleh," kata Sri.
 

 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif