Gubernur Kalbar, Sutarmidji melakukan peninjauan ke Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 di Aula Angkasapura II Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalbar. (Foto Slamet Ardiansyah)
Gubernur Kalbar, Sutarmidji melakukan peninjauan ke Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 di Aula Angkasapura II Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalbar. (Foto Slamet Ardiansyah)

Gubernur Kalbar Minta Sriwijaya Air Segera Sampaikan Data Korban

Nasional sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak
Antara • 12 Januari 2021 22:27
Pontianak: Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta pihak Sriwijaya Air secepatnya menyampaikan jumlah penumpang pesawat Sriwijaya SJ-182 yang berasal dari Kalbar. Penyampaian data pun harus disertai dengan keterangan asal para korban.
 
"Tadi saya telah meminta pihak Sriwijaya Air agar segera menyampaikan jumlah penumpang yang menjadi korban itu, mulai dari berapa orang dari Pontianak, Ketapang, Mempawah, Sintang dan sebagainya, sehingga setelah akan diserahkan ke pihak keluarga korban dapat langsung di kirim ke asal daerahnya masing-masing," kata Sutarmidji usai meninjau Crisis Center Sriwijaya Air SJ-182 di Aula Angkasapura II Bandara Internasional Supadio, Selasa malam, 12 Januari 2021.
 
Sutarmidji juga akan memerintahkan agar para bupati/wali kota tempat asal para korban dapat mempersiapkan segalanya. Sehingga, setelah jenazah diidentifikasi bisa segera dibawa dan dimakamkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jenazah Okky Bisma Belum Diserahkan ke Keluarga
 
"Jadi jenazah korban ini bisa langsung dibawa dan dimakamkan sesuai kemauan keluarga korban dan tempat asalnya, juga menyiapkan mobil ambulans dan pemakaman itu harus disiapkan secara benar," ujarnya.
 
Sehingga, kata dia, pihak keluarga korban yang sedang berduka tidak lagi terbebani. Dia mengaku, tidak ingin keluarga korban semakin banyak beban pikiran.
 
Ia menambahkan sampai saat ini pihak Sriwijaya belum memiliki data seperti yang ia minta. Padahal, kata dia, semestinya pihak maskapai telah memiliki data yang diminta.
 
"Seharusnya data itu sudah ada. Jika memang mau melakukan penanganan yang benar itu seharusnya data tersebut sudah ada," tegasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif