Ilustrasi. (Foto: MI/M Fahrullah)
Ilustrasi. (Foto: MI/M Fahrullah)

Tak Naikan Harga, Perajin Tempe di Pontianak Kurangi Bobot

Nasional kedelai harga kedelai Tempe
Antara • 07 Januari 2021 14:02
 Pontianak: Pembuat tempe di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengurangi bobot tempe yang diproduksi. Tindakan itu dilakukan agar harga jual tidak mengalami kenaikan, sedangkan harga bahan baku yakni kedelai naik 30 persen.
 
"Agar harga tempe tidak naik di tingkat konsumen bobot tempe yang kita jual dikurangi saja,” ujar satu di antara pembuat tempe di Kota Pontianak, Nasih Amin, di Pontianak, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Pemilik merek Tempe Asli HB Pontianak itu menerangkan, saat normal bobot tempel 400 gram. Sedangkan kini diturunkan menjadi 360 gram per potong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wah, Orang Indonesia Makan Tempe 0,14 Kilogram per Minggu!
 
“Intinya soal ini, kalau kita naikkan harga agak sedikit berat. Jadi kami lebih memilih mengurangi bobot tempe saja. Kita berharap kondisi ini segera berlalu sehingga aktivitas usaha dan harga di tengah masyarakat terus normal dengan bobot normal pula,” terangnya.
 
Sementara itu, pemasok kedelai di Kalbar, Eko, membenarkan saat ini harga kedelai berkisar Rp9.500 per kilogram. Kondisi itu, kata dia, berdampak pada menurunnya permintaan bahan baku tahu dan tempe hingga 20 persen.
 
"Kendati mengalami kenaikan harga dan penurunan permintaan, namun secara umum suplai kedelai masih cukup memadai. Kita berharap harga kembali stabil dan pasokan berjalan lancar," katanya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif