Ilustrasi--Penanaman pohon di wilayah Cimahi, Jawa Barat, (Foto: MI/Depi Gunawan)
Ilustrasi--Penanaman pohon di wilayah Cimahi, Jawa Barat, (Foto: MI/Depi Gunawan)

Antisipasi Banjir, Graisena dan Warga Bogor Tanam 300 Bibit Pohon

Nasional banjir lingkungan hidup antisipasi banjir
Medcom • 15 November 2020 13:29
Bogor: Puluhan aktivis Yayasan Gerakan Indonesia Sadar Bencana (Graisena) dan warga Ciawi, Bogor, Jawa Barat, melakukan penanaman 300 bibit pohon di sepanjang sungai Cibalok dan Ciseseupan. Air di kedua sungai ini dikenal kerap meluap dan menggenangi warga sekitar ketika musim hujan.
 
Penanaman di sungai dilakukan untuk menjawab keluhan warga lantaran banjir yang selalu menimpa mereka disebabkan oleh banyaknya tanah pinggiran sungai yang sudah tergerus.
 
"Cibalok dan Ciseseupan itu dua sungai sodetan dari Ciesek. Keduanya menuju Katulampa yang sebelumnya bertemu di sungai Sukasari. Jadi, kedua sungai ini sangat strategis bagi pemukiman penduduk," ujar Bayu, warga setempat, 15 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain sebagai antisipasi bencana banjir, penanaman bibit pohon juga dimaksudkan demi terjaganya kelestarian sungai. Cibalok dan Ciseseupan juga merupakan sumber utama pengairan bagi lahan pertanian setempat.
 
Baca juga:401 Warga Merapi Mengungsi ke Klaten
 
"Bibit pohon ini dikumpulkan dari sumbangan para donatur. Sedangkan penanamannya dibantu oleh kawan-kawan karangtaruna," terang Andri, relawan Graisena.
 
Yayasan Graisena mengampanyekan penanaman bibit pohon melalui program 'Ngademin Kota' di ratusan daerah di wilayah Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.
 
Gerakan ini dilakukan berdasarkan kajian pakar perkotaan pada 2018 yang menyebut, dalam jangka waktu 30 tahun mendatang, kota-kota di Indonesia akan menghadapi risiko suhu panas, banjir di kawasan pesisir, terputusnya pasokan listrik, dan kelangkaan pangan dan air secara dramatis kecuali emisi yang dapat mengubah iklim bisa diminimalisir.
 
"Di samping itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis hasil risetnya mengenai tren suhu di kota-kota besar di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan tren suhu di Indonesia secara umum suhu di Indonesia baik suhu minimum, rata-rata, dan maksimum memiliki tren yang bernilai positif dengan besaran yang bervariasi sekitar 0,03 derajat celsius setiap tahunnya," kata Ranggi, pendiri Graisena.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif