Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa timur, dibongkar polisi, Jumat, 23 Oktober 2020.
Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa timur, dibongkar polisi, Jumat, 23 Oktober 2020.

Kematian Alfian Tambah Kasus Kekerasan Berlatar Gim Daring

Nasional pembunuhan kekerasan anak adiksi gim
Amir Zakky • 26 Oktober 2020 14:03
Jombang: Kasus pembunuhan Muhammad Alfian Rizky Pratama, 12, bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, oleh teman sendiri merupakan kasus kekerasan keempat yang berlatar belakang akun gim daring.
 
Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP2A) Kabupaten Jombang, mencatat, kasus gim daring yang menyebabkan kekerasan antaranak melonjak tajam ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Selama Juni-Oktober 2020, sebanyak empat kasus kekerasan dipicu gim, tiga kasus di antaranya berujung penganiayaan dan satu kasus bermuara pada pembunuhan.
 
“Yang fatal ini, sampai pembunuhan. Yang lain penganiayaan. Ada tiga kasus yang kami tangani dan kemudian sempat kami damaikan. Di antara kasus itu sampai ada yang saling pukul gara-gara gim daring,” kata Ketua LP2A Muhamad Solahuddin, Senin, 26 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Solahuddin mengatakan, melonjaknya kasus kekerasan antaranak dipicu gim daring merupakan efek domino dari situasi pandemi covid-19. Waktu anak-anak lebih banyak tersita di luar sekolah.
 
“Dari analisis kami, ini memang efek pandemi yang menyebabkan anak-anak lebih intens dengan gawai. Aktivitas sekolah kan tidak ada, jadi anak-anak lebih banyak bermain gim untuk mengisi waktu,” bebernya.
 
Baca juga:Makam Bocah Kelas 6 SD di Jombang Dibongkar, Diduga Dibunuh Teman Sendiri
 
Menurut Solahuddin, banyak anak-anak mengaku menjadi pekerja keras saat memainkan gim daring. Dari sisi psikologis, seseorang yang sedang memainkan gim hingga mencapai level tertentu, prosesnya membutuhkan perjuangan yang cukup lama.
 
“Contoh kasus pembunuhan bocah kelas 6 SD itu. Di-BAP (berita acara pemeriksaan) disebutkan pelaku punya akun gim yang dibuat dengan korban. Gim itu diketahui sudah mencapai level sangat tinggi. Tapi tiba-tiba password-nya tidak bisa dipakai karena diganti korban. Pelaku mengaku gim dibuat sejak setahun lalu dan penuh perjuangan. Secara psikologis ini yang memengaruhi pelaku tersulut emosi,” jelasnya.
 
Sebelumnya, kasus pembunuhan Alfian Rizki Pratama, 12, bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), warga asal Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Kota Jombang, diketahui bermotif perebutan akun gim daring. AHR, 16, yang merupakan teman dekat korban, membunuh Alfian dengan cara mendorong dan menendang korban ke sungai wisata Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan.
 
“Hasil autopsi yang didapat ada luka di bagian dahi, dagu, serta bagian leher korban juga nyaris patah. Dokter forensik juga menemukan pasir di dalam paru paru korban,” terang Kasatreskirm Polres Jombang, AKP Cristian Kosasih, di Mapolres Jombang, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif