Suliestiyawati, eks Kadis Pertanian Kabupaten Mojokerto digiring menuju lapas. Metro TV/Tamam Mubarok.
Suliestiyawati, eks Kadis Pertanian Kabupaten Mojokerto digiring menuju lapas. Metro TV/Tamam Mubarok.

Korupsi Irigasi Rp 474 Juta, Eks Kadis Pertanian Mojokerto Dipenjara

Nasional kasus korupsi korupsi pemda
Tamam Mubarok • 27 Mei 2021 18:08
Mojokerto: Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Sulestiyawati, ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Ia terbukti melakukan korupsi proyek irigasi air tanah dangkal tahun 2016.
 
Sulies, sapaan akrabnya, saat itu berstatus sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) yang mendapatkan anggaran Rp4.180.000.000. Setelah melalui proses lelang, nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp3.709.596.000. Rinciannya, pengerjaan 38 titik yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
 
Dalam realisasinya, anggaran yang diserap untuk membayar hasil pembangunan irigasi air tanah dangkal sebesar Rp2.864.190.000 dengan penuntasan 36 titik. Setelah dilakukan evaluasi dengan ahli dari Institut Teknologi Negeri Malang, penyidik menemukan selisih lebih dari Rp474.867.674. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atas perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang tersebut, tersangka kami tahan," kata Kajari Kabupaten Mojokerto, Gaos Wicaksono, Kamis, 27 Mei 2021. 
 
Gaos menambahkan, proyek tersebut meliputi pekerjaan sumur bor dangkal kedalaman 30 meter, pekerjaan rumah pompa, pekerjaan jaringan pipa dan bangunan outlet, serta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pompa air centrifugal 5 sampai 7 liter per detik.
 
Baca: Wilayah Pengejaran Kelompok Teroris MIT Diperluas
 
Selain itu, terdapat pagu anggaran untuk mesin penggerak diesel sebanyak Rp110.000.000 per kegiatan  untuk kelompok tani penerima yang telah ditetapkan. Sumur irigasi tersebut berfungsi untuk mengairi persawahan saat kemarau.
 
"Tersangka kita tahan 20 hari ke depan di Lapas Mojokerto sebelum nanti kita sidangkan di pengadilan Tipikor Surabaya," kata Gaos.
 
Penahanan tersangka sendiri sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Kajari Kabupaten Mojokerto Nomor Print 1520/M5 21/Fd 1/07/2019 tanggal 22 Juli 2019, Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Nomor Print-2148/ M5 23/Fd:1/10/2019 tanggal 11 Oktober 2019.
 
Surat tersebut telah diperbarui dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Nomor Print-299/M 523/Fd 1/03-2021 tanggal 2 Maret 2021. Tersangka ditahan di Lapas Kelas II-B Mojokerto.
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif