Helikopter
Helikopter "water bombing" melakukan pemadaman dari udara di lahan gambut yang terbakar, perbatasan Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur, Jambi, Minggu (1/9/2019). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Dalam Sehari 949 Titik Panas Bertambah di Kalbar

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Antara • 04 September 2019 13:21
Pontianak: Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak menyetakan hasil pengolahan data citra satelit LAPAN mulai 3 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 4 September 2019 pukul 07.00 WIB terpantau ada 949 titik panas di Kalimantan Barat.
 
Dari 949 titik panas itu yang paling banyak ada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yakni 433 titik panas.
 
"Kemudian disusul Kabupaten Sintang sebanyak 123 titik panas, Sanggau sebanyak 102 titik panas, Sekadau 87 titik panas; Kayong Utara 61 titik panas, Landak 49 titikpanas, Melawi 41 titik panas, Kubu Raya 29 titik panas, Bengkayang 14 titik panas, Kapuas Hulu enam titik panas, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah satu titik panas," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika Mardiyanti, Rabu, 4 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data satelit LAPAN menyatakan jumlah titik panas di Kalbar melonjak tinggi karena sebelumnya pada 2 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 3 September 2019 pukul 07.00 WIB hanya terpantau sebanyak 15 titik panas, yakni Kabupaten Ketapang sebanyak 12 titik panas, Kapuas Hulu dua titik panas dan Sintang satu titik panas.
 
Sebelumnya Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan Pemprov Kalbar telah mengeluarkan Peraturan Gubernur No. 39 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan untuk meminimalisasi terjadinya pembakaran lahan di provinsi tersebut.
 
Pada pasal 17 ayat 2 Pergub menyatakan penghentian sementara konsesi selama tiga tahun terhadap hutan dan atau lahan yang terbakar karena kelalaian, dan penghentian sementara konsesi selama lima tahun terhadap hutan dan atau Iahan yang terbakar karena disengaja. Dan ayat (3) menyatakan pembebanan keseluruhan biaya yang timbul akibat kebakaran hutan dan/atau lahan pada pemegang konsesi.
 
Dia menjelaskan, untuk Januari sampai dengan Juli 2019 luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia sebesar 135.479 hektare, dimana Kalimantan Barat menduduki posisi ke tujuh dengan luas kebakaran mencapai 3.315 hektare setelah NTT sebanyak 71.712 hektare, Riau sebanyak 30.065 hektare, Kepulauan Riau sebanyak 4.970 hektare, Kalsel sebanyak 4.670 hektare, Kaltim sebanyak 4.430 hektare, dan Kalteng sebanyak 3.618 hektare. (Syahrum Latupono)
 

(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif