Ilustrasi. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Ilustrasi. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Warga Sleman Mengeluh Sulit Dapat Gas Elpiji 3Kg

Nasional elpiji 3 kg
Patricia Vicka • 11 Oktober 2019 19:15
Sleman: Warga Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluh kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Mereka mengaku harga gas elpiji di pasaran pun melonjak.
 
Salah seorang warga, Meita, mengatakan, sering tidak kebagian gas melon sejak sebulan terakhir. Ia juga sulit menemukan gas isi ulang di warung-warung sekitar rumahnya.
 
"Biasanya susah didapat saat akhir pekan. Harus berputar ke beberapa warung untuk dapat gasnya," ujarnya keada Medcom.id, di Yogyakarta, Jumat 11 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meita mengakali kelangkaan gas dengan memiliki dua tabung berukuran tiga kilogram. Satu tabung dia pakai, satu tabung lainnya sebagai cadangan.
 
Ia juga tak berniat beralih ke ukuran gas yang lebih besar. Pasalnya tabung gas ukuran tiga kilogram cenderung lebih murah dengan harga kisaran Rp22 ribu sampai Rp24 ribu.
 
"Sayakan jarang masak. Sayang kalau beli gas lima kilogram," kata warga dusun Jaban, Kecamatan Ngaglik ini.
 
Sementara itu, salah seorang pengecer elpiji, Marsudi, mengatakan, setiap agen memang mengurangi pasokan gas tiga kilogram ke warung kelontong. Distribusi pun mengalami lebih lama dari sebelumnya.
 
"Sekali datang hanya diantar empat sampai enam buah. Sekarang diantar seminggu dua kali saja. Dulu lebih dari itu," kata dia.
 
Ia mengaku tak tahu mengapa jumlah pasokan gas dikurangi. Hanya saja pengurangan ini juga dirasakan oleh pengecer lainnya.
 
Sales Branch Manager Pertamina MOR IV Kodya Yogyakarta, Ali Akbar, membantah adanya pengurangan pengiriman elpiji tiga kilogram ke masyrakat. Sebaliknya Pertamina selalu menambah jumlah gas melon di wilayah Yogyakarta.
 
"Elpiji tiga kilogram setiap tahun kuotanya naik. Pada realisasi 2018-2019, naik empat persen. Sekarang sekitar Rp120 ribu dari sebelumnya Rp110 ribu," kata Ali.
 
Ia menduga kesulitan gas elpiji terjadi karena penggunaan yang tidak tepat sasaran. Banyak pengusaha dan rumah makan besar menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Padahal gas melon hanya boleh dipakai untuk masyarakat kurang mampu dan UMKM.
 
"Usaha mikro yang diizinkan menggunakan gas bersubsidi adalah yang memiliki omzet di bawah Rp300 juta per tahun di luar tanah dan bangunan yang senilai Rp50 juta," jelasnya.
 
Pihaknya pun kerap melakukan inspeksi ke rumah makan besar. Belum lama ini ada 15 pengusaha di Sleman dan 10 usaha besar di Bantul yang ketahuan menggunakan elpiji 3 kilogram.
 
"Kami sita tabung tiga kilogramnya. Lalu ganti dengan lima kilogram. Ini perlu pengawasan dari pemerintah juga," jelas dia.
 
Ia menyarankan warga untuk membeli gas elpiji tiga kilogram langsung ke pangkalan agar mendapatkan stok dengan harga lebih murah.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif