Kebakaran Gunung Guntur, Garut, Jabar. Foto:MI/Adi Kristiadi
Kebakaran Gunung Guntur, Garut, Jabar. Foto:MI/Adi Kristiadi

Kebakaran Hutan Gunung Guntur Diidentifikasi

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan kebakaran gunung
Antara • 03 November 2019 16:40
Garut: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) melakukan identifikasi kawasan hutan yang terdampak bencana kebakaran selama musim kemarau di Taman Wisata Alam Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemantauan dilakukan untuk mengumpulkan data luasan terbakar.
 
"Juga melacak jalur api, identifikasi hotspot, penyebab kebakaran dan kondisi tutupan vegetasi yang terbakar," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Dodi Arisandi melalui siaran pers di Garut, Minggu, 3 November 2019.
 
Ia menuturkan BBKSDA Jawa Barat melalui Seksi Wilayah Konservasi V Garut telah melakukan pemantauan langsung pascakebakaran di Gunung Guntur Blok Citiis sejak 28 Oktober 2019. Pemantauan dilakukan menggunakan drone DJI Mavic Pro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lokasi kebakaran berada di Blok Citiis TWA Gunung Guntur dan di cagar alam," imbuhnya.
 
Dia menerangkan pemantauan mulai dari Pos Jaga 3 Kawah Kamojang sampai Leuweung Hejo puncak Gunung Guntur. Kobaran api telah membakar alang-alang, dan beberapa jenis perdu lainnya seperti harendong, cantigi dan sebagainya, sedangkan jenis pohon didominasi pinus.
 
"Luas areal hutan yang terbakar di Gunung Guntur diperkirakan kurang lebih seluas 89,88 hektare tersebar di kawasan itu," jelasnya.
 
Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Ciamis Andi Witria Rudianto, menambahkan Konservasi V Garut telah melakukan identifikasi pascakebakaran hutan. Hasil identifikasi akan menjadi data ke depan, agar tidak ada lagi kebakaran hutan di Garut.
 
"Kita akan perkuat deteksi dini dan kegiatan penyuluhan serta sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
 
Andi berharap masyarakat berperan aktif menjaga. Dengan begitu bencana kebakaran hutan tidak terjadi kembali.
 
"Akan merugikan semuanya bila terjadi kebakaran," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif