Ilustrasi. Zikir bersama setahun bencana Sulteng. Foto: Antara/Basri Marzuki
Ilustrasi. Zikir bersama setahun bencana Sulteng. Foto: Antara/Basri Marzuki

Korban Gempa Palu Berharap Kemujuran

Nasional Gempa Donggala
Media Indonesia • 29 September 2019 07:52
Palu: Setahun lalu, tepatnya 28 September 2018, gempa bumi berkekuatan 7,4 pada skala Richter mengguncang Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah. Tidak hanya gempa, bencana lainnya, yakni tsunami dan likuefaksi juga terjadi sehingga membuat warga semakin menderita.
 
Kini sebagian warga yang merupakan korban terdampak bencana tersebut masih tinggal di posko pengungsian di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.
 
Sebanyak 251 kepala keluarga atau 1.010 jiwa yang mengungsi akibat gempa dan likuefaksi yang melanda Kompleks Perumahan Nasional (Perumnas) Balaroa masih bertahan hidup di bawah tenda-tenda darurat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tinggal di tenda-tenda darurat praktis membuat kehidupan mereka serbaseadanya. Di sana banyak pengungsi berusia setengah baya. Namun, semangat mereka tetap tinggi meski harus melanjutkan hidup sebagai pengungsi.
 
"Harus tetap semangat kan meskipun hidup di bawah tenda darurat serbaseadanya," ujar salah seorang pengungsi Balaroa, Hasni, 35, seperti dilansir Media Indonesia, Minggu, 29 September 2019.
 
Ibu empat anak itu bersama keluarga bertahan di posko pengungsian karena sudah tidak ada pilihan lain. Pasalnya, hunian sementara (huntara) yang diberikan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
 
"Huntara yang diberikan kepada kami sangat kecil. Tidak cukup untuk keluarga kami yang enam orang," ujarnya.
 
Pascagempa, huntara didirikan dan tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. Bagi warga penghuni huntara, sepuluh bulan tinggal di sana membuat mereka rindu rumah mereka yang dulu.
 
Seperti Ani yang tinggal di Huntara Rano Bungi, Desa Kabobona, Kecamatan Dolo. Ia mengaku ingin kembali menempati rumah seperti dulu dan tidak lagi tinggal di huntara seperti saat ini. "Kami ingin kembali ke tempat semula dan semoga pemerintah memperhatikan kami di huntara ini."
 

 

(AGA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif