Rio menunjukkan buah anggur ninel yang sudah masak.
Rio menunjukkan buah anggur ninel yang sudah masak.

Kisah Rio, Pembudi Daya Anggur dari Ukraina di Bantul

Nasional tanaman kebun buah
Ahmad Mustaqim • 03 Desember 2019 17:39
Bantul: Dedaunan hijau menyelimuti sebuah halaman rumah di RT 04 Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suasana sejuk akan dirasakan saat masuk di halaman rumah Rio Aditya.
 
Lelaki 34 tahun itu menutupi halaman rumahnya dengan pohon anggur. Bukan seperti anggur yang kebanyakan ada di Indonesia, namun anggur impor dari Ukraina. Anggur ninel.
 
Keputusan Rio menanam anggur ninel sempat diremehkan warga. Buah dari Eropa itu dinilai akan sulit hidup di iklim tropis semacam Indonesia. Meskipun, kini sebagian besar warga menanam tanaman tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kira-kira 85 persen lah warga di kampung menanam (anggur ninel) ini," kata Rio saat berbincang di kediamannya, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Mulanya Rio mulai menanam anggur lokal, sering disebut anggur isabela pada 2010. Meski bisa tumbuh baik, hasil yang ia dapat tak maksimal.
 
Tahun 2014, Rio memutuskan mulai menanam anggur ninel. Tak ada motivasi apapun dari langkah Rio menanam anggur ninel.
 
"Awalnya hanya asal-asalan. Hanya untuk melindungi parkiran kendaraan dari terik matahari," ucapnya.
 
Ia menanam dengan cara sebagaimana tanam tanaman pada umumnya. Mencangkul media tanam, menyiram, dan memberikan pupuk. Ia tak menggunakan pestisida.
 
Namun, Rio menanam di media tanam pot besar. Ia juga memberikan pupuk kandang dari kotoran kambing. "Dua hari sekali menyirami," ucapnya.
 
Dalam lima tahun, ada 13 pohon anggur ninel di halaman rumah Rio. Rio juga memiliki sejumlah pohon lagi di belakang rumah.
 
Kisah Rio, Pembudi Daya Anggur dari Ukraina di Bantul
Halaman rumah Rio yang diselimuti pohon anggur ninel.
 
Ada perbedaan antara buah anggur ninel dengan anggur lokal. Anggur ninel berbentuk lonjong, sedangkan anggur lokal bentuknya bulat.
 
Masa panen anggur ninel biasa tiba saat musim panas. Panen atau pohon berbuah lebat biasa terjadi pada Juli hingga Oktober.
 
"Tahun pertama (panen) satu pohon bisa sampai 12 kilogram. Tahun berikutnya bisa lebih banyak," kata dia.
 
Ia mengatakan pengunjung bisa bebas mencicipi buah tersebut. Jika membeli, per kilogram ia jual Rp100 ribu. Pembeli bisa petik sendiri memilih sesuai yang diinginkan.
 
Rio menambahkan, saat ini populasi anggur ninel cukup banyak di Indonesia. Hal yang ia sukai, desanya telah menjadi kampung anggur. Buah anggur tersebut juga bisa memberikan pendapatan bagi pemilik tanaman.
 
Rio juga membuat bibit buah anggur ninel. Setiap bibitnya dihargai berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
 
Tips Tanam Anggur Ninel
 
Rio mengatakan, bagi warga yang hendak menanam anggur ninel di rumah cukup mudah. Langkah pertama tentu mengondisikan tanah atau media tanam.
 
"Tanahnya gembur, unsur hara banyak. Baru kemudian ditanam. Dipupuk pakai kotoran kambing. Tanahnya jangan pakai tanah yang bekas dipakai untuk menanam," ujarnya.
 
Saat tumbuh, tunas air di ketik daun harus di buang. Kemudian, setiap ujung pohong perlu dipangkas. Pemangkasan ini perlu dilakukan agar pohon berbuah lebat.
 
"Setelah dipangkas, nantinya akan muncul bunga. Asal nutrisi bagus, nutrisinya rutin, akan tumbuh baik," tuturnya.
 
Seorang pengunjung, Dessi Ana Ekafati mengaku senang bisa mengunjungi kebun anggur itu. Dessi mengatakan buah anggur tersebut nikmat disantap saat siang hari.
 
"Karena tanpa pestisida jadi lebih menarik. Buahnya rasanya manis dan seger," kata perempuan 27 tahun ini.
 
Kisah Rio, Pembudi Daya Anggur dari Ukraina di Bantul
Dessi Ana Ekafati, pengunjung, saat memegang anggur ninel.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif