Sidoarjo: Kepatuhan warga Sidoarjo, Jawa Timur, terhadap pemberlakuan jam malam dan pelaksanaan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran virus korona masih rendah. Selama berlangsungnya jam malam, pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB, banyak masyarakat yang beraktivitas.
Seperti yang terjadi saat petugas melakukan razia pada Kamis malam, 9 Juli 2020 hingga Jumat dini hari, 10 Juli 2020. Petugasbanyak menemukan kedai kopi, kafe, tempat biliar, dan rental gim yang buka dan ramai pengunjung.
Demikian pula dengan suasana lalu lintas di jalan raya, tetap ramai saat jam malam berlangsung. Selain itu, ditemukan banyak pengendara pada jam malam yang tidak memakai masker.
"Setiap hari kami melakukan patroli secara humanis. Sanksi juga telah diterapkan. Kami terus mengimbau tentang pentingnya protokol kesehatan guna memutus mata ran tai covid-19. Namun, kenyataannya, kesadaran masyarakat masih kurang," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji, Sabtu, 11 Juli 2020, melansir Mediaindonesia.com.
Baca: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sukabumi Mendekati 100%
Patroli dilakukan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan relawan. Hingga kemarin, jumlah penderita covid-19 di Sidoarjo mencapai 2.280 orang dan 132 orang di antaranya meninggal.
Penyebaran virus korona tertinggi terjadi di Jawa Timur, di susul Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Bahkan, kini di Jawa Tengah angka covid-19 melonjak dengan 5.605 kasus sehingga penyebarannya berada di peringkat empat secara nasional.
Sementara itu di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta para kepala daerah di wilayah berstatus zona merah terus mengatasi penyebaran covid-19. Salah satunya melakukan pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang dilakukan Kota Semarang.
Bali juga terus berupaya menanggulangi pandemi. Kini 1.493 desa adat di Pulau Dewata itu telah mengeluarkan peraturan adat yang mengatur tentang berbagai upaya pencegahan, pengobatan, dan aturan lainnya untuk mengatasi covid-19.
Sidoarjo: Kepatuhan warga Sidoarjo, Jawa Timur, terhadap pemberlakuan jam malam dan pelaksanaan protokol kesehatan untuk memutus penyebaran virus korona masih rendah. Selama berlangsungnya jam malam, pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB, banyak masyarakat yang beraktivitas.
Seperti yang terjadi saat petugas melakukan razia pada Kamis malam, 9 Juli 2020 hingga Jumat dini hari, 10 Juli 2020. Petugasbanyak menemukan kedai kopi, kafe, tempat biliar, dan rental gim yang buka dan ramai pengunjung.
Demikian pula dengan suasana lalu lintas di jalan raya, tetap ramai saat jam malam berlangsung. Selain itu, ditemukan banyak pengendara pada jam malam yang tidak memakai masker.
"Setiap hari kami melakukan patroli secara humanis. Sanksi juga telah diterapkan. Kami terus mengimbau tentang pentingnya protokol kesehatan guna memutus mata ran tai covid-19. Namun, kenyataannya, kesadaran masyarakat masih kurang," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji, Sabtu, 11 Juli 2020, melansir
Mediaindonesia.com.
Baca: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sukabumi Mendekati 100%
Patroli dilakukan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan relawan. Hingga kemarin, jumlah penderita covid-19 di Sidoarjo mencapai 2.280 orang dan 132 orang di antaranya meninggal.
Penyebaran virus korona tertinggi terjadi di Jawa Timur, di susul Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Bahkan, kini di Jawa Tengah angka covid-19 melonjak dengan 5.605 kasus sehingga penyebarannya berada di peringkat empat secara nasional.
Sementara itu di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta para kepala daerah di wilayah berstatus zona merah terus mengatasi penyebaran covid-19. Salah satunya melakukan pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang dilakukan Kota Semarang.
Bali juga terus berupaya menanggulangi pandemi. Kini 1.493 desa adat di Pulau Dewata itu telah mengeluarkan peraturan adat yang mengatur tentang berbagai upaya pencegahan, pengobatan, dan aturan lainnya untuk mengatasi covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)