Ilustrasi. Mirah, 75, tinggal di sebuah gubuk bambu reyot di Kampung Jati, Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu, 15 September 2021. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Ilustrasi. Mirah, 75, tinggal di sebuah gubuk bambu reyot di Kampung Jati, Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu, 15 September 2021. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Ganjar Diminta Memetakan 5 Kabupaten Miskin di Jateng

Nasional kemiskinan maruf amin
Mustholih • 28 September 2021 21:14
Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, diminta memetakan lima kabupaten di wilayahnya yang akan mendapat penanggulangan kemiskinan ekstrem. Percepatan penangulangan kemiskinan harus menyasar sampai ke tingkat desa.
 
"Wapres memberikan perintah kepada kita untuk dikerucutkan pada lima kabupaten. Itu kita kerucutkan lagi sampai level yang paling rendah yang ada di desa," kata Ganjar usai mengikuti rapat koordinasi terkait percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara daring, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 28 September 2021.
 
Berdasarkan ketentuan Pemerintah Pusat, lima kabupaten yang akan menerima penanggulangan kemiskinan ekstrem yakni, Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Pemalang, dan Kebumen. Pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data berdasarkan indikator-indikator tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebenarnya dulu ada 14 indikator. Misal dari aspek perumahan. Saya kira itu akan sangat bisa dilakukan dengan cepat ketika seluruh sektor dikonsolidasikan pada kelompok itu," ujarnya.
 
Baca: Wapres Optimistis Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2024
 
Menurut Ganjar, tugas daerah adalah menyiapkan data dengan benar kepada Kementerian Sosial. Ganjar pun telah meminta pemerintah daerah untuk menghitung dan memetakan.
 
"Setiap nama, alamatnya di mana, kondisi hari ini seperti apa, dan bantuan yang sudah didapat seperti apa," terang Ganjar.
 
Dia mengungkap, upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jateng akan dilakukan selama tiga bulan ke depan. Dalam tenggang waktu tersebut, indikator penanggulangan kemiskinan ekstrem yang bisa dijangkau antara lain, program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) lengkap dengan jamban, listrik, dan sumber air.
 
"Agak sulit kalau kita bicara pendidikan. Kalau mereka masuk skor pendidikan rendah seperti tidak lulus SD, tidak lulus SMP, maka akan masuk kategori rendah. Itu tidak bisa dicapai dalam waktu tiga bulan. Kalau bicara asupan gizi, berapa protein yang dimakan tiap hari, itu dengan bantuan akan bisa diberikan dengan cepat," ungkapnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif