Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Humas Pemerintah DIY
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Humas Pemerintah DIY

Sri Sultan Usul Satpam Dibekali Keahlian Digital Siber

Ahmad Mustaqim • 12 November 2021 22:31
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan petugas keamanan atau Satpam yang kini memiliki hubungan secara tak langsung dengan kepolisian ditambah tugasnya. Sri Sultan mengusulkan satpam dibekali keahlian digital siber.
 
"Fungsinya adalah pengamanan informasi dari serangan siber atau cyber-attack, yang dengan sengaja melakukan tindakan mengganggu kerahasiaan, integritas, dan kebocoran informasi perusahaan," ujar Sri Sultan saat pembukaan Rakernas Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) di Hotel Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, Jumat, 12 November 2021. 
 
Ia mengatakan, Satpam juga perlu memperoleh pelatihan jenjang Gada Utama agar memiliki kemampuan manajerial yang dikendalikan Mabes Polri. Keahlian Satpam pun disesuaikan dengan perkembangan zaman salah satunya di bidang teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Ketua Umum BPP ABUJAPI Agoes Dermawan, mengatakan, Satpam merupakan profesi mulia karena bisa menciptakan masyarakat aman, damai, dan tenang. Ia mengungkapkan, rasa aman dan nyaman tersebut terbentuk melalui sebuah proses panjang. 
 
"Kami lakukan terkait profesi Satpam ke depan adalah dengan kita harus bisa menjadi jembatan, penguat bagi seluruh kepentingan masyarakat," ungkapnya. 
 
Baca: Merapi Luncurkan 4 Kali Guguran Lava Hari Ini
 
Agoes berharap lembaganya bisa menjadi pusat informasi dan menjadi organisasi solid yang bisa menaungi para anggotanya. Apalagi satpam memiliki tugas penting saat pandemi covid-19. 
 
Saat ini, jumlah Satpam di bawah naungan ABUJAPI sebanyak 1,6 juta orang seluruh Indonesia. Jumlah itu dikelola di bawah 5.900 asosiasi badan usaha jasa pengamanan. 
 
 “Saat pandemi ini, satpam sebagai garda terdepan dalam screening covid-19 berbagai layanan. Ada beberapa anggota yang terpapar, namun datanya kecil sekali, sekitar 0,05 persen. Di Jakarta Raya angkanya tak sampai 500 orang yang terpapar," kata dia. 
 
Ia menegaskan, pembinaan satpam akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan setiap pos tugasnya. Misalnya, untuk wisata, mal, retail, ataupun instansi.  
 
"Kalau wisata harus mengedepankan pelayanan dan informasi, makanya kami gunakan aplikasi BOS ini untuk memudahkan pengelolaan jasa pengamanan," jelasnya. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif