Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus HIV

Nasional hiv/aids
Rhobi Shani • 13 November 2019 18:31
Jepara: Stigma negatif di tengah masyarakat hingga saat ini masih disematkan pada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Masih banyak masyarakat yang enggan berbaur dengan ODHA lantaran minimnya informasi yang diterima masyarakat berkait ODHA.
 
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jepara, Fakhrudin, mengatakan pihaknya saat ini fokus membongkar stigma negatif kelompok ODHA di tengah masyarakat agar keberadaan ODHA tidak dianggap sesuatu yang harus dihindari.
 
"Masih banyak masyarakat yang tidak tahu. Bersalaman tidak mau takut tertular, jijik, dan stigma negatif lainnya," kata Fakhrudin di Jepara, Rabu, 13 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fakhrudin menjelaskan HIV hanya menular melalui hubungan seks berisiko, pemakaian jarum suntik bergantian, dari ibu hamil ke anak yang dikandung, dan dari ibu ke anak melalui air susu ibu.
 
"Jadi HIV itu tidak menular melalui batuk dan bersin, gigitan nyamuk atau serangga, berjabat tangan, ciuman, dan berbagi alat makan. Jadi, tidak perlu kita takut bergaul dengan dengan ODHA," jelas Fakhrudin.
 
Setelah berhasil meluruskan stigma tersebut, selanjutnya yang jadi fokus untuk ditangani adalah mereka yang masuk dalam kategori rentan dan beresiko terkena virus HIV. Harapannya, mereka yang rentan dan berisiko mau dan bersedia secara terbuka untuk memeriksanakan kondisi tubuhnya. Setelah itu, baru diketahui jumlah penderit HIV/AIDS yang sebenarnya.
 
"Mereka banyak yang tidak tau, jika selama ini sudah terjangkit virus yang mematikan ini. Tahu-tahu saat diperiksa ternyata sudah positif," ungkap Fakhrudin.
 
Bagi mereka yang rentan terkena HIV/AIDS ini, akan dirangkul dan diobati. Selain itu, juga dilakukan pendekatakan dan pembinaan agar tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain.
 
"Jika tidak kita rangkul, justru akan menjadi bola liar dan sangat berbahaya. Karena akan semakin menyebar luas," pungkas Fakhrudin.
 
Data penderita HIV-AIDS di Kabupaten Jepara mulai tahun 1997 sampai Agustus 2019, tercatat 1.135 orang. Perkiraan kasus baru HIV-AIDS tahun ini sekitar 150 hingga 200 kasus. Jumlah ini tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Jepara.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif