Ilustrasi sejumlah siswa mengamati ruang kelasnya yang rusak di SD Negeri Citatah Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.
Ilustrasi sejumlah siswa mengamati ruang kelasnya yang rusak di SD Negeri Citatah Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

Siswa SDN di Cianjur Tak Bisa Belajar di Kelas

Nasional pendidikan sekolah rusak
Antara • 14 Agustus 2019 13:12
Cianjur: Puluhan siswa SDN Jayamekar di Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa belajar di teras karena tiga ruang kelas yang dimiliki sekolah rusak berat dan rawan ambruk.
 
Rusaknya tiga ruang kelas yang bagian langit-langitnya sempat ditopang beberapa bambu sudah terjadi sejak beberapa belas tahun terakhir dan belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
 
Bahkan akibat gempa Banten beberapa waktu lalu, kerusakan di ruang kelas bertambah parah karena sebagian besar langit-langit ambruk dan bagian kuda-kuda bangunan patah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akibat gempa di Banten ruang kelas tidak layak lagi dipakai, sehingga kami berinisiatif memberikan pelajaran di teras dan berencana mendirikan tenda di halaman sekolah," kata Hasan anggota komite SDN Jayamekar saat dihubungi, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Hasan menjelaskan sejak dibangun pada 1981 dengan dana swadaya masyarakat, sekolah yang awalnya bernama SD Inpres tersebut belum pernah mendapatkan rehab atau pembangunan kembali dari pemerintah.
 
Meskipun lokasi SDN Jayamekar hanya terpisah jarak beberapa belas kilometer dari pusat Kecamatan Sindangbarang. Namun rusak beratnya bangunan sekolah tersebut belum mendapat perhatian.
 
"Kalau mengajukan sudah sering, namun hingga saat ini belum mendapat perhatian dari dinas terkait di Pemkab Cianjur. Sehingga siswa terpaksa belajar di luar ruangan," jelas Hasan.
 
Sementara Dudi Riyana, 36, guru honorer di sekolah tersebut menjelaskan sebelum gempa Banten, dua ruang kelas masih dipaksakan untuk dipakai meskipun kondisinya sudah memprihatinkan.
 
"Dampak gempa Banten yang dirasakan cukup kencang di wilayah selatan, membuat kerusakan dua ruang kelas bertambah parah dan nyaris ambruk. Harapan kami pemerintah daerah segera melihat ke lokasi," kata Dudi.
 
Dampak lain dari rusaknya bangunan sekolah tersebut membuat jumlah siswa setiap tahunnya terus berkurang karena orang tuas siswa memilih menyekolahkan anaknya ke SD lain meskipun jaraknya yang lebih jauh karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
"Jumlah siswa terus berkurang karena orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain meskipun jaraknya lebih jauh dengan alasan keselamatan anak," jelas Dudi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif