Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

BUMDes di Jepara Belum Mendongkrak Pendapatan Desa

Nasional bumdes
Rhobi Shani • 12 Desember 2019 17:19
Jepara: Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) belum berjalan optimal di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. BUMDes belum mampu mendongkrak pendapatan desa.
 
Kepala Desa Lebak Kecamatan Pakisaji, Muhammad Sodiq, mengatakan sejak BUMDes digulirkan pemerintah desa sudah menyertakan modal Rp100 juta. Namun, sampai saat ini hasilnya belum bisa maksimal.
 
“Setahun paling hanya Rp2 juta ke desa,” ujar Sodiq, Kamis, 12 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BUMDes Lebak saat ini bergerak dibidang simpan pinjam. Namun, jalannya usaha tersendat. Putaran uang pinjaman tidak berjalan baik.
 
“Pinjam saja tidak ada yang menyimpan dan tidak lancar,” kata Sodiq.
 
Terpisah, Kepala Desa Kunir Kecamatan Keling, Sucipto, mengungkap BUMDes di wilayahnya bergerak di bidang peternakan sapi. Penyertaan modal desa sebesar Rp50 juta.
 
“Sampai saat ini hasil ke desa sebagai pendapatan belum ada, masih di BUMDes. Sapi dikelola oleh kelompok masyarakat,” kata Sucipto.
 
Sucipto menambahkan BUMDes belum dapat menyumbang pendapatan desa. Dia mengungkap hasil dari BUMDes digunakan untuk mengembangkan usaha.
 
Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades), Suharsana, mengatakan sebagian besar BUMDes bergerak di bidang simpan pinjam dan peternakan. Dari 184 desa di Kota Ukir, sebanyak 93 BUMDes status kelasnya dasar.
 
“Artinya belum berkembang masih berjalan biasa-biasa saja,” ucapnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif