Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Alasan Polisi Menahan Korlap Aksi di Asrama Papua

Nasional rasialisme
Amaluddin • 04 September 2019 09:33
Surabaya: Polda Jawa Timur resmi menahan Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Tri Susanti atau Mak Susi selama 20 hari kedepan. Mak Susi juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran informasi hoaks insiden di AMP Jalan Kalasan, Surabaya, beberapa waktu lalu.
 
"Ada tiga alasan pertimbangan kenapa kami menahan tersangka ini," kata Ketua Tim Penyidik kasus insiden di AMP, Brigjen Toni Harmanto di Surabaya, Selasa, 3 September 2019.
 
Pertama, polisi khawatir tersangka mengulangi tindak pidana, sehingga polisi harus menahan tersangka. Kedua, polisi khawatir tersangka menghilangkan barang bukti. "Ketiga tentu demi kepentingan proses penyidikan," jelas Toni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria yang juga menjabat Wakapolda Jatim itu menegaskan bahwa tersangka ditahan mulai Selasa, 4 September hingga 20 hari ke depan. Hal ini baru penahanan pertama. "Mulai dengan hari ini, penahanan pertama untuk 20 hari ke depan," jelas Toni.
 
Polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti, dasar polisi menetapkan tersangka Mak Susi di antaranya adalah rekam jejak digital berupa konten video hingga berbagai narasi yang tersebar di media sosial (medsos).
 
Kemudian akun medsos yang digunakan Mak Susi menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Selain itu, polisi juga telah menyita handphone milik Susi. Handphone tersebut yang digunakannya untuk menyebarkan pesan berantai melalui aplikasi pesan hingga sosial media.
 
Lalu barang bukti video dan screenshot postingan Mak Susi di medsos. Polisi juga menyita baju, syal, topi, yang dikenakan Mak Susi saat melakukan aksi di AMP.
 
Dalam kasus tersebut, Mak Susi dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif