Tiga keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air saat menjalani pengambilan DNA dan darah di Polres Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin, 11 Januari 2021. Dokumentasi/ Istimewa
Tiga keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air saat menjalani pengambilan DNA dan darah di Polres Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin, 11 Januari 2021. Dokumentasi/ Istimewa

Keluarga Korban Sriwijaya Air di Sulsel Jalani Pengambilan Sampel DNA

Nasional Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak
Muhammad Syawaluddin • 11 Januari 2021 20:33
Makassar: Keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan telah melakukan pengambilan sampel Asam Deoksiribonukleat (DNA) dan darah.
 
Kepala Urkes Polres Pinrang, Bripka Muzakkir Mustafa, mengatakan ada tiga keluarga korban yang menjalani pengambilan DNA dan darah di Polres Pinrang.
 
"Iya ada tiga orang. Ayah korban dan dua anak korban," kata Muzakkir di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Satu Keluarga Asal Pinrang Diduga jadi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air
 
Tiga orang yang menjalani pengambil DNA yakni Muhammad Ali, 51 (ayah korban), Asriandi, 21 (anak korban), dan Sriwahyuni, 19 (anak korban). Pengambilan sampel ketiganya untuk mencocokkan data pada Ante Mortem atas nama Rusni (44) korban kecelakaan pesawat Sriwijaya, SJ-182.
 
Muzakkir juga menjelaskan bahwa data yang diambil yakni lendir bagian mulut dan bagian dalam pipi, darah, dan gambar gigi. Sampel data ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan nanti dengan korban.
 
"Diminta cepat, jadi diperintahkan segera mengambil sampelnya. Setelah itu dibawa ke Makassar, hasilnya dikirim ke Jakarta," jelasnya.
 
Sebelumnya satu keluarga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, turut menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 187 yang hilang kontak di Perairan Kepulauan Seribu.
 
Satu keluarga yakni Supianto, 37 tahun, Rusni, 44 tahun, dan Abida Dania, 2 tahun. Mereka merupakan warga Kampung Mattagie, Desa Wattang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Mereka memiliki usaha di Pontianak.
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif