Harga LPG 3 Kg di Sulut Melonjak
Ilustrasi elpiji 3 kilogram. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Manado: Harga eceran gas elpiji tiga kilogram di Sulawesi Utara mencapai Rp30 hingga Rp35 ribu per tabung. Masyarakat mengeluhkan kelangkaan dan kenaikan harga gas bersubsidi tersebut.

"Itu harga yang dibeli masyarakat di warung-warung yang menjual gas elpiji. Ini karena pengelola pangkalan elpiji menjualnya ke warung-warung sehingga pemilik warung menjualnya dengan harga tinggi," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi Utara Jenny Karow kepada Medcom.id, Kamis, 22 November 2018.

Penjualan gas subsidi ke warung-warung dan industri rumah makan membuat gas untuk rakyat miskin menjadi langka. Padahal, kata Jenny, stok yang diberikan pihak Pertamina mencukupi untuk kebutuhan Sulut.


"Ini yang menyebabkan sehingga terjadi kelangkan. Sebab, cukup banyak oknum pangkalan nakal yang menjual ke warung dan industri. Bahkan, ada yang kami dapati untuk satu industri sampai 30 tabung," ungkapnya.

Soal harga yang mencapai Rp35 ribu per tabung merupakan harga ecer di warung-warung. Ini terjadi karena oknum pangkalan yang menjual elpiji 3 kilogram ke pemilik warung di atas harga eceran tertinggi hingga Rp25 ribu per tabung.

"Sehingga pemilik warung demi mendapatkan keuntungan tentu saja menjual di atas harga itu," jelasnya.

Pihaknya baru sekadar memberi sanksi teguran dan pembinaan terhadap oknum pangkalan yang kedapatan menjual tabung ke warung atau industri. Namu, dia mengancam bakal mencabut izin operasi pangkalan nakal.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id