Yogyakarta: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memaksimalkan momen libur lebaran untuk meningkatkan okupansi kamar. Kebijakan pemerintah memperbolehkan mudik lebaran tahun ini akan menjadi pemicu kedatangan wisatawan di Yogyakarta.
"Kami sudah siapkan paket lebaran berupa kamar, paket syawalan, hingga hiburan," kata Ketua PHRI DIY, Dedy Pranowo Eryono, saat dihubungi, Rabu, 20 April 2022.
Baca: Jumlah Pemudik via Bakauheni Diprediksi Naik hingga 100%
Dia menjelaskan sejauh ini angka reservasi kamar sudah sekitar 38 persen. Angka ini diperkirakan akan bertambah hingga hari mendekati idulfitri.
"Liburan nanti akan mulai terjadi h+2 lebaran. Kami optimis target okupansi 80 persen akan bisa tercapai," jelasnya.
Pihaknya berharap upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 bisa terus terjadi. Ia berharap kebijakan saat ini tidak berubah seperti beberapa waktu sebelumnya.
"Semoga kebijakan pemerintah tidak berubah-ubah. Tentu kami masih ada kekhawatiran kebijakan berubah," ungkapnya.
Ia menambahkan belum semua hotel saat ini bisa bangkit dari keterpurukan. Meskipun, saat libur panjang akhir pekan sudah banyak wisatawan memadati Yogyakarta. Dengan keterisian kamar nantinya diharapkan akan terus berlanjut dan membuat perekonomian kian membaik.
"Harapan kami ekonomi dan kesehatan bisa berjalan lebih baik ke depan," ujarnya.
Yogyakarta: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memaksimalkan momen
libur lebaran untuk meningkatkan okupansi kamar. Kebijakan pemerintah memperbolehkan mudik lebaran tahun ini akan menjadi pemicu kedatangan wisatawan di Yogyakarta.
"Kami sudah siapkan paket lebaran berupa kamar, paket syawalan, hingga hiburan," kata Ketua PHRI DIY, Dedy Pranowo Eryono, saat dihubungi, Rabu, 20 April 2022.
Baca:
Jumlah Pemudik via Bakauheni Diprediksi Naik hingga 100%
Dia menjelaskan sejauh ini angka reservasi kamar sudah sekitar 38 persen. Angka ini diperkirakan akan bertambah hingga hari mendekati idulfitri.
"Liburan nanti akan mulai terjadi h+2 lebaran. Kami optimis target okupansi 80 persen akan bisa tercapai," jelasnya.
Pihaknya berharap upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 bisa terus terjadi. Ia berharap kebijakan saat ini tidak berubah seperti beberapa waktu sebelumnya.
"Semoga kebijakan pemerintah tidak berubah-ubah. Tentu kami masih ada kekhawatiran kebijakan berubah," ungkapnya.
Ia menambahkan belum semua hotel saat ini bisa bangkit dari keterpurukan. Meskipun, saat libur panjang akhir pekan sudah banyak wisatawan memadati Yogyakarta. Dengan keterisian kamar nantinya diharapkan akan terus berlanjut dan membuat perekonomian kian membaik.
"Harapan kami ekonomi dan kesehatan bisa berjalan lebih baik ke depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)