Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Humas Pemprov Jateng.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Humas Pemprov Jateng.

Ganjar Beri Rambu Penjabat Kepala Daerah

Antara • 23 Mei 2022 20:49
Semarang: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memberikan rambu-rambu kepada empat penjabat (pj) kepala daerah di Jateng. Hal tersebut sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
 
"Beliau (Mendagri) mem-briefing kepada kami untuk memberikan rambu-rambu kepada para penjabat ini," kata Ganjar dikutip dari Antara, Senin, 23 Mei 2022.
 
Keempat penjabat dilantik pada Minggu, 22 Mei 2022 malam. Mereka ialah Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Noegroho Rachmadi sebagai Penjabat Wali Kota Salatiga dan Kepala Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah Tri Harso Widirahmanto sebagai Penjabat Bupati Banjarnegara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Edy Supriyanta sebagai Penjabat Bupati Jepara dan Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Lani Dewi Rejeki sebagai Penjabat Bupati Batang. Ganjar menyebut rambu yang disiapkan membatasi kewenangan penjabat.
 
Baca: Ganjar Minta Empat Penjabat Kepala Daerah Respons Cepat Aduan
 
Menurut Ganjar, rambu diberikan karena kewenangan penjabat berbeda dengan kepala daerah yang dipilih melalui pemilihan kepala daerah (pilkada). Salah satu rambu yakni mereka tak boleh mengganti dan mencabut izin dan mengedepankan netralitas dalam menyiapkan pilkada.
 
"Saya peringatkan juga semua punya gerakan antikorupsi. Ini kan bisa jadi dua tahun (menjabat),” kata Ganjar.
 
Para penjabat diingatkan membeberkan nomor telepon yang bisa diakses warga di wilayah kerja masing-masing. Termasuk, memberikan laporan setiap tiga bulan untuk bahan evaluasi.
 
Selain itu, Ganjar memberikan pesan kepada penjabat memperhatikan persoalan kemiskinan dan ekonomi, khususnya pascapandemi covid-19. Misalnya Penjabat Bupati Batang Lani Dewi Rejeki diminta menjaga kawasan industri yang sedang dikerjakan.
 
“Jangan sampai ada yang mempersulit, jangan sampai ada pungli, dan awas hati-hati conflict of interest (konflik kepentingan), khususnya yang berkaitan dengan ekonomi," kata Ganjar.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif