Sungai Besuk Kobokan Gunung Semeru/MI/Bagus Suryo
Sungai Besuk Kobokan Gunung Semeru/MI/Bagus Suryo

UGM Petakan Wilayah Terdampak Erupsi Semeru

Nasional bencana bencana alam Erupsi Gunung UGM gunung semeru Gunung Semeru Meletus Gunung Semeru Erupsi korban erupsi Gunung Semeru
Ahmad Mustaqim • 21 Desember 2021 12:58
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan tim di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Sebanyak sebelas anggota dari tim Disaster Response Unit (DERU) UGM melakukan sejumlah hal mulai dari membantu penanganan kesehatan, pendampingan psikologi, serta melakukan pemetaan wilayah terdampak.
 
Salah satu anggota tim DERU UGM, Ardian Andi, mengatakan timnya telah melakukan peninjauan lokasi pengungsi, fasilitas kesehatan, dan pemetaan lewat udara terhadap wilayah yang terdampak. Selain itu pihaknya juga meninjau lokasi yang dipilih untuk kegiatan KKN peduli bencana.
 
"Kami melaksanakan asesmen untuk program kegiatan KKN di dua desa, yakni Desa Pasirian dan Desa condro," kata Ardian dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Cegah Omicron, BIN Bali Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Abiansemal
 
Ardian mengatakan tim yang diterjunkan terdiri dari tim kesehatan, tim psikologi dan tim geografi. Dari tim kesehatan, kata Ardian, bertugas memetakan berbagai jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh para pengungsi, yakni penyakit infeksi saluran pernapasan, diare dan myalgia (nyeri otot).
 
Para pengungsi di Desa Pasirian sementara ini ditempatkan di balai desa, gedung sekolah PAUD dan di SMP. Meski begitu, pengungsi sering pulang ke rumah untuk mengurusi hewan ternaknya.
 
"Umumnya para bapak-bapak pulang ke rumahnya untuk mengurus ternak lalu menjelang sore balik ke lokasi pengungsian," jelasnya.
 
Menurut dia kondisi warga di lokasi pengungsian cukup nyaman, namun tim psikologi melaporkan bahwa anak-anak sudah nampak jenuh dan sedikit masih mengalami trauma.
 
"Saat hujan abu kembali terjadi, ada yang berlarian keluar rumah, mudah panik dan hilang fokus," ungkapnya.
 
Adapun laporan tim geografi, kata Ardian, telah berhasil menjangkau lokasi terdampak dan melakukan pemetaan udara. Dari hasil pemetaan ini, rencananya akan digunakan untuk validasi rumah terdampak sesuai dengan nama dan alamat masing-masing melalui program KKN PPM UGM.
 
Selain itu tim tersebut juga melakukan pemetaan kondisi terbaru akibat banjir lahar susulan yang terjadi Kamis pekan lalu. Tim menerbangkan drone di atas dusun Renteng dan Kebondeli karena di wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi terdampak.
 
Saat hujan intensitas tinggi terdapat luapan aliran lahar yang melebihi tanggul. Kondisi itu bisa menyebabkan penambahan jumlah pengungsi dari kampung Kebondeli. Padahal kondisi sungai di kampung Renteng sangat sangat penuh material.
 
Apabila terjadi hujan dengan intensitas dan curah hujan yang sangat lebat akan terjadi banjir lagi dan bisa membahayakan kampung Kebondeli.
 
"Kami kita perlu pemasangan alat peringatan dini sepanjang aliran sungai yang menuju dusun Renteng sehingga apabila terjadi banjir lagi masyarakat bisa lebih antisipasi," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif