Surabaya: Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan kasus covid-19 (korona) sebanyak 10 orang, dari sebelumnya nol kasus. Delapan orang di antaranya adalah peserta calon petugas haji dari Kemenag Lamongan.
"Delapan orang ini merupakan hasil tracing (pelacakan) petugas haji yang mengikuti diklat beberapa waktu lalu," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 3 April 2020.
Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim, Kohar Harisantoso, mengatakan 10 positif covid-19 bahwa berdasarkan hasil tracing (penelusuran). Delapan di antaranya peserta yang ikut pelatihan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
"Enam diantaranya dari Petugas Kesehatan Indonesia, dan dua sisanya dari tim Pembina Haji Indoneisia," kata Kohar.
Sementara hasil tracing Pemprov Jatim di Lamongan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 40 orang. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 190 orang. Kemudian ada sembilan kecamatan di Lamongan masuk zona merah covid-19.
"Di antaranya Kecamatan Deket, Turi, Karanggeneng, Maduran, Solokuro, dan Paciran. Di sembilan kecamatan tersebut masing-masing terdapat satu pasien covid-19," ujarnya.
Selain Lamongan, dua calon petugas haji asal Kabupaten Kediri juga dinyatakan covid-19, sedangkan dua orang di Blitar berstatus PDP. Status keempat orang ini muncul setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, yang digelar selama sembilan hari sejak 9-18 Maret 2020 lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri 413 peserta dari kabupaten dan kota di Jatim, seperti Kediri, Tuban, Nganjuk, Gresik, dan Lamongan. "Ada juga peserta dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Kohar.
Surabaya: Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan kasus covid-19 (korona) sebanyak 10 orang, dari sebelumnya nol kasus. Delapan orang di antaranya adalah peserta calon petugas haji dari Kemenag Lamongan.
"Delapan orang ini merupakan hasil
tracing (pelacakan) petugas haji yang mengikuti diklat beberapa waktu lalu," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 3 April 2020.
Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim, Kohar Harisantoso, mengatakan 10 positif covid-19 bahwa berdasarkan hasil
tracing (penelusuran). Delapan di antaranya peserta yang ikut pelatihan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
"Enam diantaranya dari Petugas Kesehatan Indonesia, dan dua sisanya dari tim Pembina Haji Indoneisia," kata Kohar.
Sementara hasil
tracing Pemprov Jatim di Lamongan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 40 orang. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 190 orang. Kemudian ada sembilan kecamatan di Lamongan masuk zona merah covid-19.
"Di antaranya Kecamatan Deket, Turi, Karanggeneng, Maduran, Solokuro, dan Paciran. Di sembilan kecamatan tersebut masing-masing terdapat satu pasien covid-19," ujarnya.
Selain Lamongan, dua calon petugas haji asal Kabupaten Kediri juga dinyatakan covid-19, sedangkan dua orang di Blitar berstatus PDP. Status keempat orang ini muncul setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, yang digelar selama sembilan hari sejak 9-18 Maret 2020 lalu.
Kegiatan tersebut dihadiri 413 peserta dari kabupaten dan kota di Jatim, seperti Kediri, Tuban, Nganjuk, Gresik, dan Lamongan. "Ada juga peserta dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Kohar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)