Founder Kembalikan Baliku Syandria dan Guruh Soekarno Putra
Founder Kembalikan Baliku Syandria dan Guruh Soekarno Putra

Sanggar Kembalikan Baliku Ajak Milenial Jaga Seni Budaya Indonesia

Media Indonesia.com • 21 November 2022 18:36
Bali: Sanggar budaya Kembalikan Baliku mementaskan ‘Sesolahan Bali Tityang 2022' untuk kedua kalinya. Pagelaran iu sekaligus menjadi ajang uji tampil dan kenaikan tingkat untuk para murid mereka yang berlangsung di Hallf Patiunus, Sabtu, 19 November 2022.
 
Pagelaran itu berlangsung lebih meriah dengan menampilkan ragam gerak tari dari murid-murid Kembalikan Baliku, beberapa penyanyi ternama, serta komedi bondres ala Bali. Menjadi sebuah suguhan budaya Bali yang dikemas secara secara apik dan modern untuk menginspirasi anak muda kembali mencintai budaya.
 
Cicit Soekarno, Syandria, selaku founder dari Kembalikan Baliku mengajak kaum millenial untuk terus menjaga semangat pelestarian Seni Budaya Indonesia, mengajak mereka untuk kembali mencintai budaya negeri ditengah maraknya budaya asing yang masuk ke Indonesia melalui sanggar budaya Kembalikan Baliku. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah wujud pergerakan kami, semangat dari murid-murid Kembalikan Baliku untuk terus dan tak akan pernah berhenti jaga budaya Indonesia. Ini bukan hanya bagaimana kami menari dan berproses, tapi wujud kecintaan kami terhadap budaya negeri dan semoga menginspirasi,"  ujar Syandria.
 
Sesolahan Balin Tityang ini menampilkan ragam Tari Bali seperti Tari Pendet, Tari Kembang Girang, Tari Belibis, Tari Puspa Mekar, Tari Legong Khas Peliatan dan Tari Legong Jobog yang ditampilkan lebih dari 60 murid Kembalikan Baliku yang terdiri dari beberapa kelas yang dilatih khusus Nyoman Trianawati & Putu Astawa.
 
Perhelatan kali ini makin meriah dengan penampilan komedi bondres ala Bali yang dibawakan oleh Arsa Wijaya bersama penampil komedi, sukses menyita gelak tawa dari tamu-tamu dan pengunjung yang hadir. Acara ini pun juga diisi oleh para bintang tamu spesial, para penyanyi digandrungi anak muda saat ini seperti Sal Priadi, Laze dan Bilal Indrajaya yang sukses membuat para pengunjung bersing-a-long ria, mengikuti irama musik dan lagu yang mereka mainkan. 
 
Meski acara ini hanya untuk tamu dan undangan namun mereka juga membuat rangkuman gelaran Sesolahan Bali Tityang 2022 ini dalam format media sosial.
 
"Kebudayaan kita mungkin tergerus oleh asing, tapi saya yakin masih ada harapan untuk terus melestarikan kebudayaan, dan saya menaruh hormat kepada orang tua yang menitipkan anaknya untuk belajar melestarikan budaya di Kembalikan Baliku," ujar Guruh Sukarno Putra selaku Pembina dari Kembalikan Baliku.
 
Tak hanya menampilkan ragam budaya dan kesenian saja, pada kesempatan kali ini Kembalikan Baliku juga meluncurkan identitas baru mereka, logo baru Kembalikan Baliku yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi mereka untuk terus berproses dalam menjaga seni budaya bangsa buah karya Gifty Anjani dan tim, yang kebetulan juga adalah murid Kembalikan Baliku. 
 
Kembalikan Baliku berharap dari pagelaran ini, banyak anak muda yang terinspirasi dari kegiatan yang berbau kebudayaan, melestarikan budaya dengan kemasan yang fresh, serta membuat mereka kembali mencintai budaya bangsanya sendiri.
 
Kembalikan Baliku adalah gebrakan budaya yang diinisiasi oleh Syandriasari dan didukung oleh Wulan Desiari untuk melestarikan salah satu budaya Indonesia, yakni budaya Bali. Sebuah sanggar budaya yang bergerak untuk melestarikan seni tari, musik, peran, tata rias, busana dan kesenian Bali lainnya.
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif