Trenggalek: Bencana tanah longsor terjadi di Desa Sumurup, Kabupaten Trenggalek. Akibatnya, sebanyak empat rumah tertimbun material longsor dan memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bencara terjadi tepatnya di Dusun Pule, Desa Sumurup, Kabupaten Trenggalek. Tidak hanya rumah warga saja, namun longsor menimbun kandang ternak warga, dengan tiga ekor sapi serta 10 ekor kambing juga terkubur di dalamnya.
Kepala Desa Sumurup mengatakan bencana ini memaksa 128 warga atau 32 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke tempat lebih aman lantaran lereng pegunungan di belakang rumah warga bisa saja longsor kembali apabila ada hujan susulan.
“Ada 32 (KK), namun yang lainnya ini dalam potensi rawan longsor kalau ada hujan susulan karena yang ada di tebing atas retak semua dan retaknya ini sekitar 90 centimeter,” ujar Kepala Desa Sumurup seperti dilansir dari tayangan Newsline, Metro TV, Sabtu, 22 Oktober 2022.
Bencana ini juga mengundang perhatian besar dari beberapa pihak, salah satunya Arumi Bachsin selaku Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur. Ia mengharapkan adanya solusi jangka panjang dari pemerintah setempat dalam menanggulangi rentetan musibah yang membuat ratusan warga di desa tersebut harus kehilangan tempat tinggalnya.
“Butuh solusi jangka panjang. Mungkin ini bisa jadi masukan untuk pemerintah daerah, baik dari pemerintah kabupaten atau pemerintah provinsi. Solusi jangka panjang karena yang terdampak ini adalah rumah. Karena, dalam masa bencana seperti ini ada posko pengungsian tetapi kan tentu tidak bisa panjang-panjang waktunya. Nah harus ada solusi, apakah relokasi atau pembangunan ulang rumah atau bantuan dalam bentuk apa,” ujar Arumi.
(Gracia Anggellica)
Trenggalek: Bencana
tanah longsor terjadi di Desa Sumurup, Kabupaten Trenggalek. Akibatnya, sebanyak empat rumah tertimbun material longsor dan memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bencara terjadi tepatnya di Dusun Pule, Desa Sumurup, Kabupaten Trenggalek. Tidak hanya rumah warga saja, namun longsor menimbun kandang ternak warga, dengan tiga ekor sapi serta 10 ekor kambing juga terkubur di dalamnya.
Kepala Desa Sumurup mengatakan bencana ini memaksa 128 warga atau 32 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke tempat lebih aman lantaran lereng pegunungan di belakang rumah warga bisa saja longsor kembali apabila ada hujan susulan.
“Ada 32 (KK), namun yang lainnya ini dalam potensi rawan longsor kalau ada hujan susulan karena yang ada di tebing atas retak semua dan retaknya ini sekitar 90 centimeter,” ujar Kepala Desa Sumurup seperti dilansir dari tayangan Newsline, Metro TV, Sabtu, 22 Oktober 2022.
Bencana ini juga mengundang perhatian besar dari beberapa pihak, salah satunya Arumi Bachsin selaku Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur. Ia mengharapkan adanya solusi jangka panjang dari pemerintah setempat dalam menanggulangi rentetan musibah yang membuat ratusan warga di desa tersebut harus kehilangan tempat tinggalnya.
“Butuh solusi jangka panjang. Mungkin ini bisa jadi masukan untuk pemerintah daerah, baik dari pemerintah kabupaten atau pemerintah provinsi. Solusi jangka panjang karena yang terdampak ini adalah rumah. Karena, dalam masa bencana seperti ini ada posko pengungsian tetapi kan tentu tidak bisa panjang-panjang waktunya. Nah harus ada solusi, apakah relokasi atau pembangunan ulang rumah atau bantuan dalam bentuk apa,” ujar Arumi.
(Gracia Anggellica)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WAN)