ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Warga di Makassar Lebih Pilih Beli Minyak Goreng Pakai KTP Ketimbang PedulilLindungi

Antara • 07 Juli 2022 18:11
Makassar: Pembeli minyak goreng curah di pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, didominasi menggunakna Kartu Tanda Penduduk (KTP) daripada menggunakan aplikasi PeduliLindugi. 
 
"Masih lebih banyak gunakan fotokopi NIK/KTP, karena banyak pembeli tidak bawa smartphone atau tidak tahu operasikan aplikasi. Untuk satu KTP dibatasi maksimal beli 10 kilogram (kg) saja per hari," kata salah seorang pedagang minyak goreng curah, Buntong, di Pasar Terong, Makassar, Kamis, 7 Juli 2022.
 
Menurut pemilik Toko Dewi Sumatera ini, pembeli yang umumnya ibu rumah tangga dan pedagang kecil hanya menggunakan ponsel jadul. Sehingga tidak bisa mengunduh aplikasi yang menjadi kebijakan pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, lanjut dia, kondisi itu ditoleransi dengan menggunakan fotokopi KTP atau Kartu Keluarga. 
 
Baca: Disperindag Yogyakarta Masih Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi
 
Hal itu diakui Kepala Pasar Terong, Makassar Darwis. Dia mengatakan jual beli minyak goreng dengan sistem aplikasi bagi pemilik toko sudah dapat beradaptasi. Namun pedagang yang hanya berjualan di lapak-lapak atau kios rata-rata belum memiliki dan tahu menggunakan smartphone.
 
Menurut dia, selain kendala dari penjual, pembeli pun yang ke pasar tradisional belum tentu memiliki smartphone. Karena itu, mungkin masih membutuhkan waktu untuk adaptasi lapangan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif