Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Populer Daerah: Pengedar Narkoba Mencebur ke Sungai Hingga Pemeriksaan Kesehatan Sapi Diperketat

Nasional narkoba medan Hewan Ternak Kasus Narkoba sapi Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Daerah Kota Tangerang Jawa Barat Berita Populer Berita Populer Daerah Penyakit Mulut dan Kuku
Nur Azizah • 14 Mei 2022 07:34
Medan: Penggerebekan narkoba di Medan, Sumatra Utara, diwarnai aksi pengedar yang kabur dengan menceburkan diri ke sungai. Meski demikian, petugas kepolisian bisa menangkap pelaku.  
 
"Terduga pelaku pengedar narkoba berupaya melarikan diri saat akan ditangkap di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun terduga pelaku berjumlah dua orang itu tidak menghiraukannya dan terus berenang," demikian dilaporkan presenter Reno Reksa dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Jumat, 13 Mei 2022. 
 
Salah seorang polisi terpaksa harus menceburkan diri untuk mengejar pelaku di sungai dan berhasil menangkap dua pelaku. Dari hasil penggerebekan, petugas menyita barang bukti beberapa paket sabu.
 
Baca: Kronologi Penemuan Kokain Seharga Rp1,2 T di Selat Sunda
 
"Ini kali kedua kami memusnahkan bedeng liar, namun kemudian dibangun lagi," kata Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Marpaung.
 
Penggerebekan narkoba di Medan menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga banyak dibaca terkait 381 sapi di Garut positif penyakit mulut dan kuku (PMK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengecek hewan ternak yang berada di Desa Kandangmukti, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Kamis, 12 Mei 2022. Pengecekan ini menyusul ditemukannya 391 ternak, terutama sapi yang terinfeksi PMK di Kabupaten Garut.
 
"Gejala PMK ini terlihat pada 10 hari yang lalu, atau tepatnya pada Hari Raya Idulfitri 1443 H dan adanya temuan itu para petugas langsung memberikan bantuan berupa obat-obatan kepada para peternak," kata Helmi melalui keterangan tertulis, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Helmi mengatakan pada tahap awal sudah banyak hewan yang sembuh. Ia mengatakan berdasarkan hasil pantauan di lapangan terdapat 381 sapi dinyatakan positif terinfeksi PMK.
 
Sapi tersebut tersebar di sembilan kecamatan mulai Leles, Garut Kota, Cisurupan, Cikajang, Banyuresmi, Wanaraja, Karangpawitan, dan Cilawu. Atas kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil maupun Pemerintah Kabupaten Garut mengusulkannya agar status wabah dinyatakan sebagai keadaan darurat.
 
Baca: Antisipasi Penyebaran PMK, Polda Jabar Periksa Kendaraan Pengangkut Ternak
 
"Pak Gubernur yang sudah mengusulkan ke Kementerian agar ini dinyatakan sebagai (keadaan) darurat sebagai wabah. Karena, di Garut sendiri yang terinfeksi PMK sedikitnya ada 13 ekor sapi yang mati, di mana 5 ekor mati karena terinfeksi dan 8 ekor harus disembelih paksa," ujarnya.
 
Pihaknya tetap mengimbau pemotongan hewan yang sakit dilakukan di rumah potong hewan (RPH) supaya bisa diawasi secara langsung oleh dokter hewan. Pemkab Garut juga akan menggencarkan penyemprotan disinfektan.
 
"Untuk mengantisipasi penyebaran infeksi di hewan ternak agar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut agar segera mencairkan Biaya Tak Terduga (BTT) untuk memberikan disinfektan kepada seluruh peternak sapi. Karena, populasi sapi berada di Kabupaten Garut ada sekitar 17 ribu," paparnya.
 
Beita lain yang juga menarik banyak pembaca terkait PMK di Kota Tangerang.
 
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperketat pemeriksaan kesehatan pada peternakan sapi. Hal ini menyusul ditemukannya penyakit mulut dan kuku (PMK) di pada hewan ternak.
 
Kendati begitu, Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto, menyampaikan hingga saat ini, belum ditemukannya wabah PMK di Kota Tangerang. 
 
"Belum ada laporan terkait PMK di Kota Tangerang," ujar Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Menurut Ibnu, pihaknya telah memperketat pemeriksaan kesehatan penyakit mulut dan kuku sapi di sekitar 60 peternakan yang tersebar di Kota Tangerang. 
 
Baca: 2 RPH di Bandung Belum Terdampak Wabah PMK
 
"Pemeriksaan kesehatan PMK sapi sudah dilakukan sejak sepekan belakangan ini, dan sudah 34 peternakan sapi diperiksa kita periksa," katanya.
 
Ibnu menegaskan PMK tidak menular kepada manusia. Lalu, daging hewan yang terjangkit masih bisa dikonsumsi dengan memasak sesuai standar operasional prosedur. 
 
"Dengan itu, kami berharap para peternak sapi dapat menjaga kesehatan kandang dan tubuh sapinya. Kami pun berharap, masyarakat tidak ada kepanikan yang berlebihan karena kami insyaallah akan mengendalikan wabah ini secara maksimal," jelasnya. 
 
Ibnu menjelaskan untuk mencegah wabah PMK masuk ke Kota Tangerang, pihaknya tengah membentuk tim unit respons cepat. Tim ini untuk mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik hingga penguatan imun. 
 
"Dalam waktu dekat, kita juga akan mengumpulkan semua peternak di Kota Tangerang, untuk melakukan sosialisasi terkait penyakit tersebut. Sama-sama mengetahui, Kementrian telah menutup jalur pengiriman sapi dari daerah yang terindikasi penyakit itu. Kota Tangerang saat ini tinggal memperketat tidak diterimanya ternak sapi dari wilayah yang terduga terdampak," ujar dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif