medcom.id, Solo: Lelang proyek pembangunan pasar darurat Pasar Klewer tertunda. Seharusnya, lelang pasar darurat yang bakal menelan anggaran Rp21 miliar ini digelar Selasa (10/2/2015).
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, Subagiyo, menyatakan lelang pembangunan pasar darurat terhambat persoalan teknis administrasi.
"Masih perlu ada pembenahan dalam hal administrasi. Selama ini kami pikir lelang bisa dilakukan secara keseluruhan. Tapi ternyata tidak bisa dan harus dipecah sesuai sumber pendanaan, ini yang baru kami rampungkan,” ungkap Subagiyo, Rabu (11/2/2015).
Menurut dia, ada tiga sumber pendanaan, yakni dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan APBD Kota Surakarta. Pemkot menerima kucuran bantuan Rp8,5 miliar dari CSR perusahaan. Sementara dari Pemprov Jateng, mereka menerima kucuran dana Rp9,08 miliar, sehingga totalnya sekitar Rp17,5 miliar. Untuk kekurangan dana sekitar Rp3,5 miliar menjadi tanggungan Pemkot Surakarta.
“Dari tiga sumber pendanaan ini, lelang disesuaikan dengan sumber pendanaan. Misalnya bantuan Provinsi akan dikelola bpbd (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) karena bencana alam. Sedangkan untuk CSR harus dikelola tim tersendiri, sehingga pemkot harus membentuk tim tersendiri,” kata Subagiyo.
Pemkot menargetkan seluruh proses lelang pembangunan pasar darurat selesai akhir bulan ini. Pemkot Surakarta tengah meninjau ulang Detail Engineering Design (DED) kios dan los pasar darurat yang akan dilelangkan.
medcom.id, Solo: Lelang proyek pembangunan pasar darurat Pasar Klewer tertunda. Seharusnya, lelang pasar darurat yang bakal menelan anggaran Rp21 miliar ini digelar Selasa (10/2/2015).
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, Subagiyo, menyatakan lelang pembangunan pasar darurat terhambat persoalan teknis administrasi.
"Masih perlu ada pembenahan dalam hal administrasi. Selama ini kami pikir lelang bisa dilakukan secara keseluruhan. Tapi ternyata tidak bisa dan harus dipecah sesuai sumber pendanaan, ini yang baru kami rampungkan,” ungkap Subagiyo, Rabu (11/2/2015).
Menurut dia, ada tiga sumber pendanaan, yakni dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan APBD Kota Surakarta. Pemkot menerima kucuran bantuan Rp8,5 miliar dari CSR perusahaan. Sementara dari Pemprov Jateng, mereka menerima kucuran dana Rp9,08 miliar, sehingga totalnya sekitar Rp17,5 miliar. Untuk kekurangan dana sekitar Rp3,5 miliar menjadi tanggungan Pemkot Surakarta.
“Dari tiga sumber pendanaan ini, lelang disesuaikan dengan sumber pendanaan. Misalnya bantuan Provinsi akan dikelola bpbd (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) karena bencana alam. Sedangkan untuk CSR harus dikelola tim tersendiri, sehingga pemkot harus membentuk tim tersendiri,” kata Subagiyo.
Pemkot menargetkan seluruh proses lelang pembangunan pasar darurat selesai akhir bulan ini. Pemkot Surakarta tengah meninjau ulang Detail Engineering Design (DED) kios dan los pasar darurat yang akan dilelangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)