medcom.id, Banjarnegara: Kendati hidup di lokasi pengungsian, namun sejumlah warga masih melakukan aktivitasnya sehari-hari. Lokasi pengungsian yang berada di Kantor Camat Karangkobar, Kecamatan Banjarnegara, pagi ini, lebih lenggang dibandingkan pada malam hari.
"Di sini pagi empat anaknya sekolah, jadi sepi yang lain keluar," kata Warga RT 5/3 desa sampang, Kusminah (40), saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (15/12/2014).
Dia mengatakan para lelaki di pengungsian, melakukan aktivitas seperti biasanya. Biasanya suami mengecek rumah yang telah ditinggalkan selama tiga hari. "Biasanya pagi melihat rumah. Karena ada retakan tanahnya. Sebelum Magrib sudah ngumpul semua," terangnya.
Sebelumnya diketahui longsor terjadi pada Jumat 12 Desember lalu. Hingga saat ini 39 orang ditemukan tewas, sedangkan 69 orang masih hilang. Sutopo mengatakan, total kemarin, tim SAR gabungan menemukan 19 korban jiwa. Menurut dia, sejumlah korban jiwa tersebut ditemukan di bawah timbunan tanah yang mencapai sekira 1 meter.
Selain itu, lanjut dia, tim SAR gabungan masih menggunakan cara manual dalam mencari korban longsor, terutama di area lidah longsoran. Sementara itu, alat berat yang sudah berada di lokasi sekitar longsor, belum dapat mendekat.
medcom.id, Banjarnegara: Kendati hidup di lokasi pengungsian, namun sejumlah warga masih melakukan aktivitasnya sehari-hari. Lokasi pengungsian yang berada di Kantor Camat Karangkobar, Kecamatan Banjarnegara, pagi ini, lebih lenggang dibandingkan pada malam hari.
"Di sini pagi empat anaknya sekolah, jadi sepi yang lain keluar," kata Warga RT 5/3 desa sampang, Kusminah (40), saat berbincang dengan
Metrotvnews.com, Senin (15/12/2014).
Dia mengatakan para lelaki di pengungsian, melakukan aktivitas seperti biasanya. Biasanya suami mengecek rumah yang telah ditinggalkan selama tiga hari. "Biasanya pagi melihat rumah. Karena ada retakan tanahnya. Sebelum Magrib sudah ngumpul semua," terangnya.
Sebelumnya diketahui longsor terjadi pada Jumat 12 Desember lalu. Hingga saat ini 39 orang ditemukan tewas, sedangkan 69 orang masih hilang. Sutopo mengatakan, total kemarin, tim SAR gabungan menemukan 19 korban jiwa. Menurut dia, sejumlah korban jiwa tersebut ditemukan di bawah timbunan tanah yang mencapai sekira 1 meter.
Selain itu, lanjut dia, tim SAR gabungan masih menggunakan cara manual dalam mencari korban longsor, terutama di area lidah longsoran. Sementara itu, alat berat yang sudah berada di lokasi sekitar longsor, belum dapat mendekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)