Kapal patroli milik Bea Cukai Batam sedang berpatroli di sekitar mercusuar Batu Berantai yang merupakan gugusan karang di perbatasan Pulau Sambu Kecil dan negara Singapura, Selasa (21/10/2014). ANT/Joko Sulistyo
Kapal patroli milik Bea Cukai Batam sedang berpatroli di sekitar mercusuar Batu Berantai yang merupakan gugusan karang di perbatasan Pulau Sambu Kecil dan negara Singapura, Selasa (21/10/2014). ANT/Joko Sulistyo

Mercusuar yang Dibangun Malaysia di Sambas Akhirnya Dibongkar

Nasir Putra • 22 Oktober 2014 16:19
medcom.id, Sambas: Pemerintah Malaysia akhirnya membongkar mercusuar yang didirikan di wilayah perairan Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pembongkaran dilakukan dengan cara menarik bangunan menara suar menggunakan dua kapal angkatan laut, Rabu (22/10/2014).
 
Pembongkaran mercusuar dilakukan dengan cara menggergaji tiang serta menarik bangunan menggunakan dua kapal angkatan laut dibantu 15 prajurit maritim Diraja Malaysia.
 
Menurut Pangdam XII Tanjung Pura, Mayor Jenderal Toto Rinanto, pembongkaran dilakukan setelah Pemerintah Malaysia meminta maaf dan mengakui jika perairan tersebut masuk wilayah Indonesia. Malaysia menyepakati untuk melakukan pembongkaran bangunan sebelum 20 Oktober 2014.

Mercusuar itu dibangun Malaysia setelah mengklaim perairan tersebut masuk wilayahnya. Pembangunan mercusuar itu sempat menimbulkan kontroversi.
 
Pembangunan mercusuar di wilayah NKRI itu diketahui kapal distrik navigasi Indonesia pada 16 Mei 2014. Pembangunan dilakukan kapal polisi maritim serta kapal angkatan laut.
 
Malaysia lantas membantah jika bangunan tersebut masuk wilayah Indonesia. Kedua negara kemudian berunding dan melakukan peninjauan terhadap wilayah yang diklaim sepihak itu.
 
Ternyata, wilayah itu berada di titik koordinat 02'05'.051' Lintang Utara serta 109'38.760' Bujur Timur, yang diplot di peta nomor 282K dikeluarkan oleh Dishitdros TNI AL tahun 2013 berada dalam wilayah perairan Indonesia dengan jarak 309 meter dari daratan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>